info polisi

Maret 5, 2024 12:06 am

Advocat se- Bandung Raya Adakan Save Palestina dan Do’a Bersama

INFOPOLISI.NET | BANDUNG

Persatuan Advokat Indonesia (Peradi) gelar acara Save Palestina dan himpun donasi, dan acara tersebut dilaksanakan atas inisiator Ketua Peradi Kota Bandung Terpilih Mohamad Ali Nurdin., SH., MH.,M.Kn., Kegiatan bertempat di jalan Braga, Keluaran Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, 25 November 2023.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut, Mohamad Ali Nurdin., SH., MH.,M.Kn, Prof. Dr. Syeh Musa Annasser (Palestina), Praktisi dan Akademisi Prof.,Dr., Anton Minardi., Pendeta Alexander., Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Dr. H. Edwin Senjaya, SE., MM., dan seluruh Advocat se- Bandung Raya, dan tamu undangan yang lainnya hadir dan tumpah ruah di depan taman BJB Braga.

Setelah selesai sambutan-sambutan dilanjut dengan menghimpun donasi dari anggota-anggota se- Bandung Raya yang, dan dilanjut konvoi dari lokasi kegiatan ke Gedung Merdeka, Cikapundung dan kembali ke lokasi kegiatan.
Hasil donasi dari anggota-anggota se- Bandung Raya, pembina, penasehat dan seluruh jajaran, sebanyak 10.850.000,- dan khusus dari Ketua Peradi terpilih Mohamad Ali Nurdin., SH., MH., M.Kn., sebesar 50.000.000.

 

Ketua Peradi Kota Bandung Terpilih Mohamad Ali Nurdin., SH., MH., M.Kn dalam sambutannya menyatakan,” pada tahun 1955 Indonesia menjadi tuan rumah yaitu Confrensi Asia Afrika, dimana para negara yang merdeka berkumpul di sana dan membuat statmen yang bersejarah yaitu adalah Palestina Negara yang pertama mengakui kemerdekaan Indonesia,” jelas Ali Nurdin.

 

Lanjut Ketua Peradi terpilih, Zionis Israel harus di bawa ke lembaga peradilan internasional PBB International Criminal Court (ICC) di Den Haag. Kejahatan kebangsaan untuk legalisasi penjajahan. Bagaimana dunia dapat menerima dan mengakui negara atau bangsa menjajah bangsa lain ? Kemerdekaan adalah hak segala bangsa, penjajahan harus dihapuskan dari muka bumi. Kini Israel adalah satu-satunya negara di dunia sebagai penjajah yang harus segera dibasmi,” geramnya Ali Nurdin.

 

Prof. Dr. Syeh Musa Annasser (dari Palestina) menyampaikan,” terima kasih kepada semua peserta yang hadir dan kepada seluruh advocat yang sudah melaksanakan acara ini dan kepada pemerintah Indonesia yang terus membatu dan berdoa bagi warga Palestina yang terus di bombardir oleh zionis Israel,” kata syeh Musa.

Masih kata Syeh, Masjidil Aqso mendapat penghinaan, Masjidil Aqso yang akan di hancurkan oleh Zionis Israel, sebenarnya di samping kejahatan kemanusiaan, Zionis Israel juga melakukan kejahatan keagamaan dan kebangsaan, dari sisi keagamaan pengendalian Masjid Al-Aqsha oleh Israel adalah kekejian Yahudi atas Islam, penguasaan Jerusalem dan menjadikan sebagai ibukota Yahudi merupakan klaim brutal dan pendudukan atas “Kota Tiga Agama” Islam, Kristen dan Yahudi,” tegas Syeh.

 

Praktisi dan Akademisi Prof.,Dr., Anton Minardi dalam keterangannya,” bangsa di dunia ini yang kejam, yang masih mempertahankan ideologi-ideologi penjajahan dan kolonialisme pada abad ke- 19 sudah di hapuskan, dan kewajiban kita untuk mendorong, membantu dan kita sama-sama mendoakan supaya palestina merdeka.

 

Ada banyak hal yang harus kita lakukan untuk bangsa Palestina, tidak hentinya Palestina terus di gempur tiap hari, tiap menit, tiap jam, yang lagi berladang, berlayar, di sekolah-,sekolah, di kampus, di pasar, yang melakukan misi kesehatan mereka semua di bunuh, dan itu sudah memenuhi pasal 5 Statuta Roma tahun 1998, karena sudah membunuh sebanyak 15.000 lebih dan yang menjadi korban kebanyakan anak-anak, wanita, dan itu dilakukan oleh bangsa pengecut, bangsa biadad Zionis Israel,” ucap Prof Anton dengan suara yang tegas.

 

Pendeta Alexander mewakili Persatuan Gereja Indonesia yang ada di Kota Bandung menegaskan,” terima kasih Bapak-Ibu, kalau kita berbicara tentang kemanusiaan kalau kita berbicara tentang ketidakadilan, kalau kita berbicara tentang kekerasan, bentuk yang dialami oleh Palestina kita bisa melihat bahwa hal ini bukan hanya bernuansa biasa saja, tapi hal ini juga bernuansa kemanusiaan, yang dimana banyak korban yang berjatuhan dan indonesia khususnya, gereja persekutuan, gereja-gereja di Indonesia maupun umat-umat muslim apapun agamanya, harus bersuara karena ini berkaitan dengan kemanusiaan, hal ini berkaitan dengan satu korban yang di mana dari anak-anak, remaja, pemuda, dari orang dewasa semuanya meninggal secara tragis, dan kita tahu tadi sudah disebutkan datanya yang meninggal itu sudah lebih dari 15.000 orang korban terbesarnya salah satunya adalah anak-anak dan wanita, hal tersebut agar terciptanya perdamaian agar terciptanya kemerdekaan untuk Palestina agar Palestina mengalami kemerdekaan, mengalami keselamatan,” ucapnya.

 

“Jangan tinggal diam harus bersuara, harus bersuara, harus bersuara, bapak-ibu karena di kota Bandung ini bangsa atau Negara Palestina mengikrarkan untuk mendukung kemerdekaan Indonesia, dan hari ini kita melihat bahwa terjadi penindasan yang dilakukan oleh negara Israel, jadi kalau tidak turut ambil bagian maka bapak ibu sendiri membiarkan hal itu terus terjadi, maka mari kita bersatu, hati kita tidak membiarkan hal ini terus terjadi, dan Negara Palestina harus merdeka,” pungkas Alexander.

 

Diakhir sambutan dari Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Dr. H. Edwin Senjaya, SE., MM., mengatakan yang diawali dengan pantun, “Ahmad mengajak Ariel ke Surabaya, di Bandara disambut dengan Kereta Kencana, Kalau Ingin Kumpul Bersama-sama di Surga, Ayo Berjuang Membela Palestina”.

 

Kita jangan pernah berhenti untuk memberikan dukungan kepada Palestina karena apa;
Pertama, bangsa Indonesia mempunyai hutang bud kepada Palestina, pada tahun 1945 kita belum merdeka, sedangkan Negara Palestina adalah Negara yang berdaulat pada waktu itu, disaat kita memproklamirkan kemerdekaan ada 2 Negara yang paling pertama mengucapkan, yang pertama Mesir dan yang ke dua Palestina, dan itu dibuktikan ketika delegasi Indonesia Bung Hatta, H. Agus Salim Mereka diterima.

 

Kedua, kenapa kita harus bantu Palestina karena konstitusi kita mengamanahkan seperti itu, dan di Undang-Undang Dasar 1945, Kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan diatas dunia harus di hapuskan, karena tidak sesuai dengan pri kemanusiaan dan pri keadilan.

 

Siapapun warga Indonesia, apapun agamanya, apapun sukunya, budayanya, selama dia bagian dari warga negara Indonesia dia tidak boleh diam melihat penjajahan diatas muka bumi ini,” tegasnya.

 

Yang ke tiga yaitu, kita tidak mungkin bisa datang kesana, tapi mari kita lakukan dengan apa yang bisa di lakukan, yang punya harta sisihkan hartanya, jangan sampai kita malu apa yang tela dilakukan oleh Syeh Muhamad Ali Taher, seperti apa yang sekarang sedang dilakukan oleh para Advocat Kota Bandung ini,”

 

Diakhir sambutannya, bagi yang tidak mampu menyisihkan hartanya mari kita bantu dengan berdo’a, jangan sampai memberi tidak, berdo’a tidak, tapi menghujat rakyat Indonesia yang membatu warga palestina, bagi orang yang sampai saat ini masih menghujat Hamas, menghujat Palestina. Nih nih gue Edwin Sanjaya berdiri diatas panggung ini “Tutup Mulut Kalian” biar kami-kami yang membela Palestina,” tandasnya.(Mustopa)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Solverwp- WordPress Theme and Plugin