info polisi

Juni 26, 2024 1:24 am

Jual Beli Ijazah Paket PKBM di Sukabumi Terorganisir! Seperti PKBM Bina Warga Mandiri Dibandrol 2 Juta

INFOPOLISI.NET | BOGOR

Berdasarkan surat yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) pada Rabu 3 Mei 2023, resmi mencabut izin Pendirian Perguruan Tinggi. Pasalnya dijelaskan ada sekitar 23 perguruan tinggi swasta di Indonesia, telah di cabut izin operasionalnya oleh pemerintah. Terbanyak berada di Jakarta, lalu kedua terbanyak terdapat di Jawa Barat.

Hal tersebut seperti yang di unggah melalui akun media sosial @ibnuzainiatmasan, disebut beberapa perguruan tinggi yang di cabut izin operasionalnya berada di Jawa Barat antara lain:

1. Universitas Mitra Karya, Bekasi, 3300 mahasiswa.
2. STIE Tribuana, Bekasi, 3000 mahasiswa.
3. STMIK Tasikmalaya, 800 mahasiswa.
4. STIE Tridharma, Bandung
5. Akademi Kesenian Bogor
6. STIKIP Albina, Bekasi.
`
Alasan penutupan meski tak diungkap secara spesifik, tapi sebabnya adalah karena telah ditemukan pelanggaran berat, yang bentuknya bermacam-macam, diantaranya:
1. Tidak memenuhi standar proses pembelajaran
2. Pembelajaran fiktif
3. Tak memenuhi standar sarana dan prasarana
4. Kasus jual-beli ijazah.
5. Pembelajaran jarak jauh ilegal.
6. Penyalahgunaan KIP Kuliah
dan sebagainya.

Ternyata diantara kasus jual-beli ijazah tidak hanya terjadi pada pendidikan formal, seperti SMA atau universitas saja, adapun ijazah program Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) kelompok belajar Paket A (Setingkat SD), Paket B (Setingkat SMP) dan paket C (setingkat SMA) juga terindikasi turut diperjualbelikan dengan bandrol harga 2 juta.
Hal tersebut terungkap seperti dilansir delikhukumindonesia.com, disampaikan oleh peserta Warga Belajar (WB) pada salahsatu PKBM di Bogor, bahwa dirinya dipinta uang sebesar 2 Juta Rupiah oleh pihak pengelola untuk mendapatkan ijazah Paket C setelah mengikuti Ujian Nasional.

“Hampir semua yang mengikuti kegiatan belajar Paket, baik itu kejar Paket A, Paket B maupun C, untuk mendapatkan ijazahnya kita harus membayar sebesar 2 Juta, dengan alasan uang administrasi,” Ketus peserta WB yang minta disembunyikan namanya.
`
Sementara Ketua PKBM Bina Warga Mandiri yang berlokasi di Kampung Bojong Kiharib, Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Sujatma, saat dikonfirmasi membantah tudingan tersebut.

Menurut dia, pihaknya tidak pernah meminta biaya sebesar itu, bahkan ketika peserta hendak mengikuti ujian dirinya selalu menerimanya tanpa menanyakan syarat apapun.

“Saya tidak pernah meminta uang 2 atau 3 juta, dan saya tidak pernah menahan ijazah siapapun, hanya saja kami meminta mereka datang langsung, karena ada kewajiban PKBM untuk membuat berita acara penyerahan ijazah kepada Warga Belajar,” jelasnya.
`
Namun ditempat yang sama pernyataan tersebut sangat berbeda dengan pengakuan Tutor PKBM bernama Ade, dirinya harus mengembalikan uang sebesar 2 juta per siswa kepada pengelola PKBM yang sudah terpakai untuk biaya Rumah Sakit istrinya.

“Saya mengakui uangnya terpaksa saya pakai untuk berobat istri di Rumah Sakit. Dan saat ini pihak PKBM meminta uang 2 juta per siswa itu dibayarkan, baru ijazah peserta WB bisa diberikan, sementara hingga saat ini uangnya belum bisa saya ganti,” Pungkas Ade.

Selain terungkap dengan terjadinya kasus jual beli paket ijazah di PKBM Bogor, adapun hal yang sama pada salahsatu PKBM di Sukabumi, diduga kuat terindikasi jual beli paket ijazah dengan bandrol kurang lebih Rp 2.600.000,00 (dua juta enam ratus ribu rupiah) bermodus ada cetakan no-register yang salah dan harus diperbaiki?
#BERSAMBUNG.

(121ck/Ars)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Solverwp- WordPress Theme and Plugin