info polisi

April 16, 2024 5:24 pm

Padepokan Pusaka Medal Tunas Baru Gelar Acara Ritual Keceran dan Haul Mengenang Pendiri TTKD Banten

INFOPOLISI.NET | LEBAK

Tradisi Keceran perguruan pencak silat yang dilakukan oleh padepokan pusaka Medal Tunas Baru yang bertempat dikampung Parakan Dukuh RT 02 RW 04 Desa Nameng kecamatan Rangkas Bitung kabupaten Lebak Diselenggarakan Rutin tiap tahunnya setiap Momentum Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. Sabtu (14/10/2023).

 

Pencak Silat merupakan warisan budaya Indonesia yang harus dijaga dan harus dilestarikan. Karena didalamnya mengajarkan seni bela diri dengan kearifan lokal dan menjungjung tinggi Nilai Nilai silaturahmi, kebersamaana dan kekeluargaan.

 

Acara ritual Keceran yang dilaksanakan oleh padepokan pusaka medal tunas Baru pimpinan Bapak Madro’i atau biasa disapa “Ama Do’i” berjalan dengan lancar dan Hidmat, acara Keceran tersebut dihadiri oleh Para Pengurus padepokan pusaka medal tunas Baru, Sekdes Desa Nameng Bapak Hasanuddin, Ketua BPD Desa Nameng¬† Udin Jaharudin, Ketua Majlis Pertimbangan Karang Taruna (MPKT) kabupeten Lebak Bang Farid Dermawan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lebak Ria Fitria Pasha. S.pd., pengurus Paguron Pusaka Medal Ranca Lame kang Habibi, Ketua Karang Taruna Desa Nameng Beserta Anggota, ketua karang Taruna kecamatan Rangkas Bitung dan anggota, pengurus Kesti TTKDH DPD Lebak, pengurus Kesti TTKDH kecamatan Rangkas Bitung, pengurus TTKDH kecamatan Pamarayan, tokoh ulama, tokoh pemuda dan masyarakat Desa Nameng.

Ustad Buchori selaku panitia pelaksana menyampaikan. “Terima kasih kepada semua tamu undangan yang hadir pada acara Keceran padepokan pusaka medal tunas Baru, terkhusus kepada para pengurus padepokan dan yang hadir dalam acara tersebut. Mari kita jaga persatuan dan kesatuan dengan terus menjaga silaturahmi,” kata Buchori.

 

Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Desa Nameng atau yang diwakili oleh sekdes Desa Nameng menyampaikan dalam sambutannya

 

“Ucapan maaf yang sebesar besarnya pada kesempatan ini bapak kepala desa nameng tidak bisa hadir karena beliau sedang
Tidak sehat, tapi mudah mudahan acara ini berjalan lancar,” ucap Hasanuddin.

 

Dan, terima kasih kami ucapkan kepada pimpinan padepokan yang sudah mengundang kami pada acara ini, mari kita doakan semoga bapak kepala Desa Nameng segera diberikan kesehatan kembali,” tambahnya.

 

Ucapan senada juga disampaikan oleh Bang Farid Dermawan selaku majlis pertimbangan karang taruna kabupeten Lebak. “Saya sangat bangga dan berterima kasih kepada padepokan pusaka medal tunas Baru yang sudah mengundang dan menerima kehadiran saya, karena tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta, dan atas acara Keceran ini Alhamdulillah saya bisa bersilaturahmi bersama warga masyarakat Desa Nameng, khususnya masyarakat kampung Parakan Dukuh. Semoga ini merupakan Jalan untuk saya memperkenalkan diri dan menjalin silaturahmi,” ungkapnya.

 

“Kepada para pengurus padepokan pusaka medal tunas Baru teruslah jaga dan lestarikan budaya pencak silat ini. Dan terus semangat untuk anak anak muda penerus bangsa ini, khususnya untuk kabupaten Lebak,” tambahnya.

 

Dilokasi yang sama kang Habisi selaku putra dari Guru Besar padepokan Pusaka Medal Ranca Lame mengatakan.

 

“Keceran ini merupakan Jalan silaturahmi, bahwa kita harus menjaga pertaleqan sesuai dengan sumpah taleq yang sudah diucapkan, dan mohon dukungan serta Perhatiannya kepada pemangku kebijakan baik Dalam lingkup pemerintah Desa sampai pemerintah kabupaten,” tegas Habibi.

 

Acara Keceran dilanjutkan dengan tradisi tetes mata (Keceran khas tjimande) urutan atau memijat tangan dan kaki yang sering dipergunakan bertarung dan penampilan budaya silat tjimande.

(Red-AT)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Solverwp- WordPress Theme and Plugin