info polisi

Juni 26, 2024 1:20 am

Terdakwa Penipuan dan Penggelapan Adetya Kembali Disidangkan

INFOPOLISI.NET | BANDUNG

Terdakwa kasus dugaan penipuan dan penggelapan, Adetya Yessi Seftiani kembali digelar, Selasa (21/5/24) di Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Bandung, JPU meminta Majelis Hakim untuk menolak nota keberatan yang telah dibacakan oleh terdakwa.

 

Sebelumnya, melalui penasehat hukum terdakwa, Adetya Yessi Seftiani mengaku keberatan atas dakwaan yang telah dibacakan oleh JPU pada persidangan sebelumnya, karena dinilai tidak cermat.

 

“Pekan yang lalu, melalui penasehat hukumnya, terdakwa membacakan eksepsi atau nota keberatan, dan menila JPU tidak cermat dalam dakwaan perkara yang menjeret terdakwa,” kata JPU, Yadi Kurniawan.

 

Menurutnya, dakwaan nomor perkara PDM-315/BDUNG/04/2024 yang dialamatkan terhadap terdakwa Adetya Yessi Seftiani tersebut, sah menurut hukum, dan sudah memenuhi syarat formil maupun materil.

 

“Dakwaan sudah sah menurut hukum, sudah memenuhi syarat formil maupun syarat materilil sebagaimana pada pasal 143 ayat 2 huruf a, b KUHAPidana,” tegasnya.

 

Untuk itu, lanjut Yadi Kurniawan, JPU memohon dan meminta agar Majelis Hakim yang dipimpin oleh Hakim Ketua Agus Komarudin, agar dapat menolak eksepsi terdakwa, dan melanjutkan pemeriksaan.

 

“Dalam jawaban eksepsi terdakwa, JPU menolak atas keberatan terdakwa, dan memohon serta meminta agar majelis hakim dapat melanjutkan pemeriksaan perkara terdakwa Adetya alias Sasha,” ujarnya.

 

Lebih dari itu, Yadi mengungkapkan, dakwaan sudah cermat dan jelas, ketelitian jaksa dalam menguraikan dakwaan, sudah sesuai dengan Undang-Undang (UU) yang berlaku, dan dinilai sudah sangat jelas.

 

“Kami menguraikan perbuatan terdakwa sesuai dengan tindak pidana penipuan atau penggelapan, namun bisa diperhatikan dengan seksama bahwa dakwaan kami berbeda dan mengandung makna yang berbeda pula,” ungkapnya.

 

Yadi menambahkan, uraian dakwaan mulai dari lokus, tempus tindak pidana dilakukan, uraian unsur tindak pidana serta perbuatan pidana yang dilakukan terdakwa sebagaimana delik yang didakwaan.

 

“Kemudian kerugian yang dialami oleh Stelly Gandawidjaja (korban), artinya dakwaan sudah sangat jelas, dan kami siap untuk membuktikan berbagai alat bukti di persidangan,” tambahnya.

 

Terakhir, dalam eksepsi terdakwa, penasehat hukum dunilani hanya mengutip dan memotong sebagian kata perkata dari uraian dakwaan sehingga meenimbulkan makna berbeda, sesuai apa yang telah disampaikan dalam nota keberatannya.

 

“Dakwaan sudah sesuai syarat formil dan materil, dan eksepsi terdakwa layak untuk dikesampingkan dan tidak dipertimbangkan, untuk itu persidangan mohon untu dilanjutkan ke pokok perkara,” urainya.

 

Terpisah, atas jawaban JPU, Humas SHW Law Firm, Felicia Himawan menyatakan terima kasih karena dalam perkara ini, pihaknya hanya ingin mencari keadilan yang utuh atas perkara Adetya alias Sasha.

 

“Menurut kami, setelah mempelajari perkara ini, bahwa unsur 372 dan 378 sudah sangat terpenuhi, semoga keadilan dapat membuktikan bahwa hukum di Indonesia, berpihak pada korban,” pungkas, pengacara Stelly Gandawidjaja. (ES.EK)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Solverwp- WordPress Theme and Plugin