info polisi

Februari 22, 2024 7:16 pm

Tim Gabungan Ciduk Pejabat BPN dan 5 Tersangka Mafia Tanah Pemalsu Sertifikat di Bogor

INFOPOLISI.NET | BOGOR

Tim gabungan Polres Bogor bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) membongkar mafia tanah yang melibatkan pejabat BPN di Kantor Pertanahan (Kantah) BPN Kabupaten Bogor. Tersangka berinisial DK ini memalsukan sertifikat tanah program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL).

 

Pejabat BPN ini terlibat praktik mafia tanah bekerja sama dengan sejumlah calo. Mereka memungut uang kepada pemohon PTSL yang seharusnya gratis.

 

Berikut fakta-fakta terkait penangkapan pejabat BPN Kabupaten Bogor. Total ada Enam Tersangka yang ditangkap, termasuk Pejabat BPN Kabupaten Bogor.

 

 

(1). Total ada 6 tersangka yang ditangkap terkait kasus mafia tanah di Kabupaten Bogor ini. Berikut daftar 6 tersangka:

1. Pria inisial DK (49), Ketua Panitia Ajudikasi PTSL Kantah BPN Kabupaten Bogor

2. Pria inisial RGT (25), petugas PTSL

3. Pria inisial AG (23), petugas PTSL

4. Pria inisial AR (28), petugas PTSL

5. Pria inisial SP alias BK (31), calo

6. Pria inisial MT alias KMR (30), calo

 

“Dalam pengungkapan ini, ada satu orang ASN di BPN kami tetapkan sebagai tersangka, namun saat ini masih dalam proses pemeriksaan di Satreskrim,” ujar Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin saat Konferensi Pers di Mapolres Bogor, Jl Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, Senin (1/8/2022).

 

(2). Modus Operandi Pejabat BPN Palsukan Sertifikat PTSL
AKBP Iman Imanudddin menjelaskan tersangka DK Cs melakukan pemalsuan dalam penerbitan sertifikat program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL).

 

“Kami bersama dengan kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) mengungkap kasus pemalsuan dan penipuan atau penggelapan yang berkaitan dengan penerbitan sertifikat PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) palsu,” ungkap Iman.

 

Iman mengatakan DK yang merupakan pejabat BPN Kabupaten Bogor bekerja sama dengan petugas PTSL di kelurahan dan juga para calo menerbitkan sertifikat palsu tanpa alas hak.

 

“Saat ini Satreskrim Polres Bogor sedang melakukan penyidikan terhadap 6 orang yang diduga sebagai pelaku, baik itu yang menerbitkan dokumen palsunya, untuk mengeluarkan sertifikat di BPN, maupun para calo yang mengurus penerbitan sertifikat PTSL palsu itu,” kata Iman.

 

(3). Ganti Data pada Sertifikat Menggunakan Cairan Pemutih
AKBP Iman menjelaskan para mafia tanah yang melibatkan pejabat BPN Kabupaten Bogor ini mengganti sertifikat warga dengan data palsu yang dipesan para calo. Sehingga sertifikat tanah menjadi tumpang tindih.

 

“Jadi mereka-mereka akan menghapus data yang ada di sertifikat, lalu diganti dengan data yang baru. Sehingga mengakibatkan, ketika sertifikat ini terbit, itu akan tumpang tindih dengan sertifikat yang dikeluarkan BPN,” jelas Iman.

 

Iman menjelaskan, dalam proses penerbitan sertifikat, para pelaku memiliki peran dan tugas masing-masing. Tersangka AG, salah satunya, bertugas menghapus data pada sertifikat tanah yang asli menggunakan cairan pemutih.

 

“Tersangka AG, dia petugas PTSL. Perannya dalam kasus ini adalah menghapus data di dalam sertifikat dengan cairan pemutih dan kemudian mencetak data baru, serta mengakses ke dalam sistem GEO-KKP,” kata Iman.

 

AG yang berhasil mengubah data pada sertifikat, kemudian mencetak sertifikat menggunakan laptop dan masuk ke sistem KKP pada aplikasi online BPN. Untuk mengakses sistem aplikasi online, AG bekerja sama dengan ASN BPN Kabupaten Bogor berinisial DK.

 

DK merupakan Ketua Panitia Ajudikasi PTSL Kantah BPN Kabupaten Bogor yang memiliki kode akses masuk ke sistem online. Oleh AG kemudian data sertifikat PTSL pada sistem online itu menggunakan data baru sesuai yang diinginkan.

 

“Pencetakan (sertifikat palsu) dilakukan di Kantor Sekretariat PTSL Kecamatan Cibungbulang, menggunakan sarana prasarana dinas,” kata Iman.

 

(4). Peran Para Tersangka

Total ada 6 tersangka yang ditangkap terkait kasus mafia tanah di Kabupaten Bogor ini. Berikut peranannya:

1. Pria inisial DK (49), Ketua Panitia Ajudikasi PTSL Kantah BPN Kabupaten Bogor bertugas menerbitkan sertifikat palsu yang telah diubah datanya oleh petugas PTSL, melalui aplikasi online GEO-KKP.

2. Pria inisial RGT (25), petugas PTSL, mencetak Sertifikat Hak Milik (SHM) da akses ke sistem GEO-KKP

3. Pria inisial AG (23), petugas PTSL, bertugas menghapus data dalam sertifikat dengan caira pemutih dan kemudian mencetak data baru, serta mengakses ke dalam sistem GEO-KKP

4. Pria inisial AR (28), petugas PTSL, berperan memproses penerbitan membuat warkah untuk penerbitan sertifikat seolah-olah datanya dari hak tanah milik adat dan meneruskan kepada tersangka AG.

5. Pria inisial SP alias BK (31), calo yang mengurus sertifikat dari MT kepada tersangka AR

6. Pria inisial MT alias KMR (30), calo yang mengurus permohonan sertifikat, serta mengurus surat untuk kelengkapan warkah dan menerima serta menyerahkan uang dari pemohon.

 

(5). Kerugian Korban Mencapai Rp 10 Miliar

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Siswo DC Tarigan mengatakan, dari hasil penyidikan, ditemukan ada 25 sertifikat tanah milik korban yang telah dipalsukan oleh tersangka DK cs.

 

“Kalau dikalkulasikan bisa mencapai 10 Milyar, kerugiannya. Bayangkan saja ada dari korban yang mengakui memiliki tanah seluas 5.300-an hektare, nah korban ini mengaku kerugian sampai Rp 5 Milyar. Sementara ini korban banyak, ada sekitar 25 sertifikat yang dipalsukan, perkiraan sampai lah Rp 10 Milyar kerugiannya,” ungkap Siswo, Senin (1/8/2022).

 

(Red)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Solverwp- WordPress Theme and Plugin