INFOPOLISI.NET | KABUPATEN BANDUNG – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat kebangsaan, menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta mendorong lahirnya generasi santri yang unggul dalam ilmu agama maupun penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Semangat tersebut turut digaungkan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Al-Turmudzi, KH. Muhtarul Anam atau yang akrab disapa Gus Anam, dalam memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di lingkungan Pondok Pesantren Al-Turmudzi, Jalan Bojong, Cipandan Kidul No. 91, RT 04/RW 020, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Dalam peringatan tersebut, Gus Anam bersama jajaran pengurus pondok pesantren berkumpul untuk memanjatkan doa sekaligus memperkuat komitmen dalam membina para santri agar senantiasa menjaga persatuan, menanamkan nilai-nilai kebangsaan, serta berkontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Peringatan Hari Santri Nasional bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan
Momentum ini menjadi pengingat bahwa santri memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah Indonesia, mulai dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan hingga keterlibatan dalam pembangunan nasional di berbagai bidang kehidupan.
Dengan mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, peringatan Hari Santri Nasional 2026 diharapkan dapat membangkitkan semangat para santri untuk terus belajar, meningkatkan kualitas diri, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik bagi bangsa Indonesia.
Gus Anam: Santri Harus Siap Menghadapi Tantangan Zaman
Dalam keterangannya, KH. Muhtarul Anam atau Gus Anam menegaskan bahwa cita-cita menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan persiapan sumber daya manusia yang berkualitas, termasuk generasi muda yang tumbuh dan berkembang melalui pendidikan pesantren.
Menurutnya, santri pada masa sekarang tidak cukup hanya memiliki pemahaman ilmu agama yang kuat, tetapi juga perlu membekali diri dengan pengetahuan umum, kemampuan sains, penguasaan teknologi digital, serta keterampilan kewirausahaan.

“Menuju Indonesia Emas berarti menyiapkan generasi santri yang menguasai ilmu agama, sains, teknologi digital, dan kewirausahaan untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” demikian pesan Gus Anam dalam keterangannya.
Pesan tersebut menegaskan pentingnya pendidikan pesantren yang mampu berjalan beriringan dengan perkembangan zaman. Santri diharapkan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman, akhlak mulia, dan tradisi keilmuan pesantren, sekaligus terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman menjadi salah satu bekal penting bagi santri agar mampu menghadapi tantangan di masa depan. Dengan bekal ilmu agama dan keterampilan yang memadai, santri diharapkan dapat mengambil bagian dalam berbagai sektor, mulai dari pendidikan, sosial, ekonomi, teknologi, hingga pembangunan masyarakat.
Menjaga Persatuan dan Kesatuan NKRI
Selain menekankan pentingnya pendidikan dan peningkatan kompetensi, peringatan Hari Santri Nasional di Pondok Pesantren Al-Turmudzi juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai persatuan dan kesatuan bangsa.
Gus Anam bersama jajaran pengurus mengajak agar para santri senantiasa menjaga semangat persaudaraan, menghormati perbedaan, serta menempatkan kepentingan bangsa dan negara sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
Indonesia Emas 2045 merupakan cita-cita besar bangsa Indonesia dalam menyongsong satu abad kemerdekaan.
Untuk mewujudkannya, pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu aspek penting yang memerlukan perhatian bersama.
Meneguhkan Peran Santri untuk Masa Depan Bangsa
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Pondok Pesantren Al-Turmudzi menjadi pengingat bahwa santri merupakan bagian penting dari perjalanan dan masa depan Indonesia.
Melalui doa bersama dan penguatan pesan kebangsaan, Gus Anam bersama jajaran pengurus pondok pesantren menegaskan pentingnya membina generasi santri yang memiliki keseimbangan antara pengetahuan agama, kecakapan intelektual, keterampilan praktis, dan kecintaan terhadap Tanah Air.
Harapannya, semangat Hari Santri Nasional tidak berhenti pada peringatan setiap tanggal 22 Oktober, tetapi diwujudkan melalui kegiatan belajar, pengabdian kepada masyarakat, penguatan akhlak, serta upaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam kehidupan sehari-hari.
Tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” pun menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia memerlukan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter, berdaya saing, dan memiliki komitmen untuk menjaga keutuhan NKRI.” Pungkas Gus Anam. (Mustopa)




