info polisi

Juni 26, 2024 12:35 am
Berita Pilihan
Regional

Jangan Main Judi Online, PJ Walikota Ultimatum ASN Pemkot Bandung

INFOPOLISI.NET | BANDUNG Pj Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono mengultimatum Aparatur Sipil Negara (ASN) agar tidak coba-coba bermain judi online (judol). Bambang pun menegaskan bahwa dirinya tak akan ragu memberikan sanksi disiplin terhadap ASN Pemkot Bandung yang kedapatan bermain judol.   “Kami memiliki peraturan pemerintah tentang kepegawaian. Kalau pun ada di lingkungan Pemkot Bandung (yang bermain judi online) akan diberikan sanksi sesuai perundang-undangan yang berlaku,” kata Bambang pada Selasa, 25 Juni 2024.   Bambang mengungkapkan, pemerintah telah mengatur ASN dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94/2021 yang berisi tentang kewajiban, larangan, maupun hukuman disiplin yang akan didapatkan seorang ASN yang melakukan pelanggaran. Menurutnya, ASN yang terjerat judol dapat disanksi melalui peraturan tersebut.   Bambang menegaskan, jeratan judol sangat berakibat negatif. Selain mengakibatkan kecanduan, judol juga dapat berdampak pada kehidupan sosial.   Selain ASN, Bambang juga mengimbau kepada masyarakat untuk menjauhi diri dari judol.   “Kami imbau masyarakat maupun ASN Pemkot Bandung maupun non ASN untuk tidak terlibat dalam judi online,” pungkasnya.   Diketahui, pemerintah telah membentuk satgas pemberantasan judi online. Satgas tersebut dinakhodai langsung oleh Menkopolhukam Hadi Tjahjanto.   Terbaru, Hadi Tjahjanto mengumumkan daerah-daerah dengan angka judol tertinggi di Indonesia. Dalam pengumuman tersebut, Jawa Barat (Jabar) menjadi daerah dengan pelaku judol terbesar di Indonesia (Red-Mustopa)

Read More »
Regional

Kepala SMA Negeri 5 Bandung Beberkan Kronologi Didiskualifikasinya Sejumlah Calon Peserta Didik

Foto: SMA Negeri 5 Bandung     INFOPOLISI.NET | BANDUNG Beredarnya informasi di portal website Disdik Jabar dengan judul https://disdik.jabarprov.go.id/berita/25-cpd-sman-3-bandung-dan-6-cpd-sman-5-bandung-didiskualifikasi terkait didiskualifikasinya sebanyak 25 calon peserta didik yang mendaftar ke SMA Negeri 3 Bandung, dan enam orang yang mendaftar ke SMA Negeri 5 Bandung, sejumlah awak media menemui kepala sekolah SMA Negeri 5 Bandung guna untuk mengkonfirmasi. Selasa (25/6/24).   Saat ditemui di ruang kerjanya, Kepala SMA Negeri 5 Bandung membenarkan bahwa sebanyak 31 calon peserta didik melakukan kecurangan pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jabar 2024 tingkat SMA/SMK.   Dalam keterangannya, Heru Ekowati, M.Pd, mengatakan, “Kami melakukan pemeriksaan verifikasi berdasarkan peraturan Gubernur (pergub) yaitu dokumen. Secara dokumen memang betul bahwa keberadaan serta alamat peserta didik telah sesuai. Hal itu tentunya tidak salah jika sesuai dokumen, namun pada saat pengumuman ternyata ada aduan aduan,” Ujarnya. Ia juga mengatakan bahwa Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat bersama Ombudsman hadir dan melihat adanya anomali anomali. Oleh karenanya kadis memerintahkan untuk mengecek.   “Tindakan yang kami lakukan diantaranya memanggil keenam orang tua siswa yang mendaftar di SMA 5 untuk memberikan keterangan yang ditandatangani di atas materai,” Jelasnya.   Ia juga menjabarkan bahwa, setelah dicek lapangan CPD (calon peserta didik) tidak tinggal di domisili tersebut.   “Selanjutnya, setelah kami cek domisili ke lapangan, bahwa benar anak-anak tersebut tidak berdomisili disana,” ucap Heru Ekowati.   “Dengan adanya temuan tersebut, sebanyak 25 siswa di SMA 3 dan 6 orang siswa di SMA 5 didiskualifikasi. Jadi, mekanismenya setelah berita acara dikumpulkan kami melakukan rapat dewan guru, bahwa ada sekian CPD berdasarkan verifikasi ulang faktual sesuai data di lapangan maka kita nyatakan tidak layak karena tidak berdomisili di alamat yang tertera dalam kartu keluarga” Pungkasnya.(Tim)

Read More »
Hukum

Massa Aktivis Pemuda dan Mahasiswa Bandung Datangi PN Bandung, Tolak Adanya Intervensi Sidang Oleh Terdakwa Adetya

INDOPOLISI.NET | BANDUNG “Saksi kesal Sidang Kembali ditunda” Forum Komunikasi Aktivis Pemuda dan Mahasiswa Bandung menggelar aksi damai di depan Pengadilan Negeri Bandung jalan LL.RE Martadinata kota Bandung, Selasa 25 Juni 2024.   Massa yang datang, langsung melakukan orasi yang mendukung perangkat hukum di Indonesia, baik Hakim, Jaksa untuk menghormati lembaga Peradilan.   Menurut Dena Hadiat Kordinator massa aksi, menjelaskan bahwa elemen Forum Komunikasi Aktivis Pemuda dan Mahasiswa Bandung merasa terusik dengan adanya Lembaga Peradilan yang dilecehkan, saat sidang kasus penipuan dan penggelapan dengan terdakwa Adetya alias Sasha, pada Kamis 19 Juni 2024 lalulalu, dimana ruang sidang dipadati pendemo yang merupakan pendukung Terdakwa, serta Terdakwa keluar dari ruang sidang saat tim kuasa hukum keluar dan menolak melanjutkan sidang. “Kami bergerak untuk menyelematkan Lembaga Peradilan yang bersih yang sehat, dengan kejadian adanya aksi demo di dalam ruang sidang kami meminta Ketua PN Bandung untuk tegas melanjutkan persidangan sesuai dengan kontruksi hukum kasus yang ditangani, ” jelas Dena dalam pernyataannya kepada wartawan, Selasa 25 Juni 2024.   Dena menegaskan, aksi damai ini sebagai bentuk dukungan moril kepada penegakan hukum di Indonesia tanpa ada intervensi.   “Kami akan mendukung langkah pengadilan tanpa intervensi pihak manapun, ” terang Dena.   Dena menilai Lembanga penyelengara peradilan harus di hormati guna menegakkan hukum dan keadilan yang mengatur penindakan terhadap perbuatan , tingkah laku, sikap dan / atau ucapan yang dapat merendahkan dan merongrong kewibawaan , martabat dan kehormatan badan peradilan yang di kenal sebagai “Contemp of Court”.   “Peristiwa yang di lakukan oleh pengacara terdakwa dengan cara meninggalkan ruang sidang bersama terdakwa merupakan preseden buruk serta penghinaan dan menjatuhkan kewibaaan , martabat penyelengara peradilan dalam penegakan hukum, ” jelas Dena.   Dalam aksi damai tersebut, mengeluarkan sembilan pernyataan sikap dalam menyikapi kasus penipuan dan penggelapan dengan orang terdakwa Adetya alias Sasha, yakni :   1. Kami Forum Komunikasi Aktivis Pemuda & Mahasiswa Bandung menghargai segala proses hukum yang sedang berjalan dan mendukung transparansi dalam persidangan kasus Adetya alias Sasha.   2. Kami Forum Komunikasi Aktivis Pemuda & Mahasiswa Bandung mendesak agar semua pihak, termasuk majelis hakim, jaksa, dan pengacara, untuk menjunjung tinggi prinsip keadilan dan profesionalisme dalam menangani kasus ini.   3. Kami Forum Komunikasi Aktivis Pemuda & Mahasiswa Bandung Mendesak Pengadilan Negeri Bandung, khususnya bagi majelis hakim yang mangadili perkara tersebut untuk bersikap tegas dan menjalankan proses persidangan sesuai dengan hukum yang berlaku.   4. Kami Forum Komunikasi Aktivis Pemuda & Mahasiswa Bandung menyikapi terkait penundaan sidang akibat adanya massa yang ricuh dalam persidangan adalah pelecehan terhadap pengadilan. Ini menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia. Penegakan hukum adalah hal yang tidak boleh di intervensi, hal ini menjadi bagian dari komitmen kami bahwa Indonesia adalah negara hukum.   5. Kami Forum Komunikasi Aktivis Pemuda & Mahasiswa Bandung meminta agar Adetya Yessy Seftiani alias Sasha menjalankan segala proses hukum yang berlaku di indonesia, karena pada dasarnya seluruh masyarkat di Indonesia wajib mengikuti hukum yang berlaku.   6. Kami Forum Komunikasi Aktivis Pemuda & Mahasiswa Bandung menentang keras atas perilaku Adetya Yessy Seftiani alias Sasha yang berlindung dibalik isu perempuan dan melibatkan atau menyeret masyarakat yang tidak tahu menahu dalam persoalan ini.   7. Kami Forum Komunikasi Aktivis Pemuda & Mahasiswa Bandung akan terus mengawal, mendorong serta mendukung Pengadilan Negeri Kota Bandung untuk menegakan keadilan sesuai dengan aturan hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia.   8. Kami Forum Komunikasi Aktivis Pemuda & Mahasiswa Bandung mendorong aparat penegak hukum untuk menyelidiki kasus ini secara menyeluruh, mengingat nilai transaksi yang mencapai miliaran rupiah dan dampaknya terhadap masyarakat.   9. Kami Forum Komunikasi Aktivis Pemuda & Mahasiswa Bandung menuntut agar hukum ditegakkan secara adil, tanpa memandang status sosial atau ekonomi pihak yang terlibat.   Sidang kasus penipuan dan penggelapan dengan Terdakwa Adetya alias Sasha sendiri akan digelar Selasa 25 Juni 2024 dengan agenda pemeriksaan saksi, dimana pada sidang Kamis 19 Juni 2024 lalu sidang ditunda karena adanya aksi walk out tim kuasa hukum Adetya.   Saat persidangan kasus penipuan dan penggelapan yang digelar Selasa 25 Juni 2024 diruang sidang III pengadilan negeri Bandung, dengan Terdakwa Adetya Alias Sasha, menghadirkan empat orang saksi.   Ketiga saksi yang sedianya akan memberi keterangan di Pengadilan yakni Mariana Chandra, S.H.,M.Kn (Notaris Kabupaten Bandung Barat), Reza Imran Fauzi, S.H.,M.Kn (ASN BPN Kantor Pertanahan Kota Cimahi) dan Ilena Tjandra (Agen J Property).   Salah satu saksi Reza Imran Fauzi mengaku kesal dengan sidang yang sudah dua kali ditunda.   “Ya ditunda sampai dua kali, dan ini membuat saya kesal dan cukup menyita waktu. Apalagi saya sudah dipindah tugas ke Ciamis, perihal ini pun sudah saya sampaikan ke Ketua Majelis Hakim saat sidang Kamis 19 Juni 2024 lalu, ” terang Reza. (ES)

Read More »
Sorotan

Tim  Saber Pungli Monitor, Kepala SDN Cijeruk 1 Desa Bojongsari Diduga Melakukan Pungutan Liar!

INFOPOLISI.NET | KAB.BANDUNG Berdasarkan laporan pengaduan dari masyarakat terkait dugaan pungutan liar berdalih sumbangan di SDN Cijeruk 1 Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung.   Adapun pungutan berdalih sumbangan tersebut untuk kebutuhan sekolah yaitu:   1. Pembelian dan pemasangan tralis besi untuk keamanan ruanganan labolatorium. 2. Penambahan MBPS Wifi dari 75 MBPS menjadi 150 MBPS 3. Penambahan daya listrik dari 900watt menjadi 1200watt Seperti biasa, modus cuci tangan pihak sekolah dengan dalih inisiatif komite sekolah.   Menanggapi lapdu tersebut, awak media mencoba mengkonfirmasi kebenarannya dan menghubungi Kepala Sekolah SDN Cijeruk Betty Heryati via whats App tetapi tidak ada tanggapan dan jawaban sama sekali. (Selasa, 24 Juni 2024)   Hingga berita ini terbit, kami masih  berupaya mengkonfirmasi pihak terkait dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung serta Tim Saber Pungli Polda Jabar untuk segera ditindaklanjuti. Bersambung!!! (Tim)

Read More »
Sorotan

Segera Diselesaikan Para Pejuang Seroja Tahun 1975/1976, Pemerintah Harus Ambil Tindakan

Foto: Rapat Koordinasi yang dihadiri oleh Brigjen TNI Imanuel Pasaribu selaku kadirvet kemenhan, kolonel Asep selaku ka Komsos, Kol Subarda selaku kadivinminvet Kemenhan dan Stevanus Atok Bau  yang melantik dan memberikan SKEP kepada Veteran ASPAL yang kelahirannya 1978 sampai dengan 1980. Sedangkan Operasi Seroja terjadi pada tahun 1975/1976     INFOPOLISI.NET | KUPANG-NTT Bapak Brigjen TNI Imanuel Pasaribu selaku kadirvet kemenhan, kolonel Asep selaku ka komsos, kol Subarda selaku kadivinminvet Kemenhan, Selasa Tanggal 18 juni 2024 saya dapat kiriman dari Bis Belu mengenai 25 Skep gelar/tunjangan Dahor yang di tandatangani oleh Brigjen TNI Imanuel Pasaribu.   Setelah Kami cek dokumennya yaitu yang pernah saya laporkan mereka yang kategori veteran seroja yang BERMASALAH /ASPAL. Pertanyaan saya mengapa hal ini bisa terjadi? Siapa yg melakukan verifikasi secara sepihak tanpa melibatkan mantan pejuang 21 mei 1975/17 juli 1976? “Mengapa masalah veteran di NTT khususnya tidak bisa di selesaikan secara baik dan transparan?   Ada apa dengan semua ini mengapa Kemenhan-RI tidak mampu mengawasi/menyelesaikan masalah veteran ASPAL? Mengapa pemerintah yang berwenang meyerahkan pengurusan calon veteran selalu komunikasi kepada Stefanus Atok Bau Bersama Konconya yang sama sekali bukan seorang pejuang veteran 1975/1976.   Apabila memang Kemenhan tidak bisa menghentikan giat percaloan ini “kami bersama kawan-kawan para pejuang 1975/1976 akan melakukan aksi di NTT dan di Jakarta karena kami sudah 11 tahun mencari keadilan untuk menyelesaikan kasus ini secara versuasif tapi sampai dengan saat ini sama sekali tidak kejelasan.   Dan kami meminta kepada Kemenhan untuk memberhentikan Stevanus Atok Bau sebagai pimpinan dari tahun 2011 sampai dengan 2024 itu karena sudah banyak sekali yang dilakukan oleh Stevanus Tok Bau yang tidak sesuai prosedur dan sudah menimbulkan banyak keresahan di para pejuang veteran asli 1975/1976. Malahan sekarang semakin gencar oknum pejabat kemenhan yang meloloskan veteran ASPAL. Kami dan kawan kawan akan tetap berusaha untuk memperjuangkan hak-haknya.   Kami meminta kepada pemerintah terutama Kemenhan agar cermat dan tepat yaitu:   1.lakukan verifikasi dengan melibatkan mantan pejuang asli karena kami masih ada dan masih hidup.   2. Jangan libatkan oknum atau kelompok yang tidak tahu tentang masalah yang saya laporkan karena akan membuat masalah semakin semerawut.   Kepada awak media Peltu (Purn) Mariono Caplong Kpg NTT bersama kawan-kawan Lodu Manek.Vitalis Mau. Petrus Bau. Yoseph Atitus. Yoseph Fernandes. Martinus Hale. Stefanus Atok. Yang memberikan keterangan mengenai keluh kesah permasalah veteran pejuang 1975/1976 yang berdomisil di wilayah Kabupaten Belu Provinsi NTT tergabung sebagai “Pejuang Wanra Kompi 1 sampai dengan Kompi 8”.   Sampai berita ini ditayangkan infopolisi.net akan terus mengawal permasalahan veteran yang ASPAL di wilayah NTT agar ada tindakan dari pemerintah melalui Kemenhan. (Raphael Fahik)

Read More »
Hukum

Hakim Prapradilan Pegi Setiawan Sebut Dirinya Tak Bisa Dipengaruhi Siapapun !

INFOPOLISI.NET |BANDUNG  Hakim Prapradilan yang akan memimpin jalannya sidang di PN Kelas 1A Bandung atas permohonan Pegi Setiawan dan tim kuasa hukumnya, menegaskan tidak akan terpengaruhi oleh siapa pun karena tidak memiliki kepentingan.   Pernyataan tegas hakim tunggal tersebut diungkap Eman Sulaeman pasca memeriksa dokumen kelengkapan yang diajukan oleh tim kuasa hukum Pegi Setiawan, di ruang sidang PN Kelas 1A Bandung, Senin (24/6/24).   “Saya tak bisa di pengaruhi siapapun, jangan ada yang berani coba-coba mempengaruhi, saya akan mengabaikan siapapun yang akan mempengaruhi,” tegas Eman Sulaeman.   Eman Sulaeman bahkan mempertaruhkan kredibiltasnya selama ini sebagai seorang hakim, ia pun menyebutkan, bahwa tidak ada kepentingan sama sekali dalam perkara Pegi Setiawan sebagai tersangka pembunuhan Vina dan Eky.   “Kalaupun ada yang mencoba-coba orang yang mempengaruhi, saya abaikan, jadi jangan sampai ada asumsi-asumsi yang aneh-aneh,” ungkapnya.   Sambil melempar canda terhadap para kuasa hukum Pegi Setiawan, Eman Sulaeman pun juga menyatakan bahwa kredibilitasnya sebagai hakim sudah diketahui pengacara-pengacara di Kecamatan Sumber, Cirebon, dimana Eman Sulaeman sempat menjadi hakim di PN Sumber pada tahun 2016-2018.   “Kalau pengacara-pengacara Sumber itu biasanya sudah tahu saya seperti itu, jadi saya tegaskan lagi, tidak ada kepentingan dan tidak ada keuntungan,” ucapnya.   Seharusnya, sidang praperadilan Pegi Setiawan bisa digelar Senin (24/6/2024), namun karena pihak Polda Jawa Barat tidak memenuhi panggilan, maka sidang ditunda hingga pekan depan, tepatnya pada 1 Juli 2024, Eman Sulaeman pun kembali menegaskan jika termohon tidak hadir kembali, maka sidang akan tetap dilanjutkan.   “Jika pihak termohon (tim penyidik Polda Jabar) tidak hadir, maka sidang sah dan patut, datang atau tidak datang, kita lanjut,” tambahnya.   “Menghargai kuasa hukum Pegi Setiawan yang sudah datang jauh-jauh dari Cirebon, jangan sampai persidangan pokok perkara digelar, kita belum tuntas,” pungkasnya.(ES/EA)

Read More »
Pidana

Sidang Perdana Praperadilan Pegi Setiawan Akhirnya Ditunda

INFOPOLISI.NET | BANDUNG Sidang perdana gugatan praperadilan yang diajukan oleh kuasa hukum Pegi Setiawan alias Perong, tersangka kasus pembunuhan Vina dan Eky, akan digelar pada hari ini, Senin (24/6/2024), di Pengadilan Negeri (PN) Bandung   Agenda sidang praperadilan hari ini adalah untuk pemeriksaan kelengkapan pihak kuasa hukum pemohon pegi setiawan dan termohon yaitu Polda Jabar. Sedangkan dari pihak termohon dari Polda Jabar tidak hadir maka Sidang praperadilan Pegi Setiawan ditunda selama satu pekan.   Sidang yang sejatinya akan dilaksanakan di Pengadilan Negeri Kelas 1 Khusu(PN) Bandung hari ini Senin, 24 Juni 2024 pukul 09.00 WIB ini akhirnya ditunda. Sementara itu, alasan hakim menunda sidang karena pihak termohon dalam hal ini Polda Jabar tidak hadir di persidangan. “Karena termohon tidak hadir kita tunda ke hari Senin tanggal 1 Juli (2024),” demikian dikatakan hakim Eman Sulaeman S.H di ruang sidang VI PN kelas 1 Khusus Bandung.   Sebelumnya, kuasa hukum Pegi Setiawan mengajukan langkah hukum untuk membebaskan kliennya dari semua yang dituduhkan pada pegi. Mereka menggugat penetapan tersangka dan penahanan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Jabar. Gugatan praperadilan yang diajukan pihak kuasa hukum pegi setiawan diterima PN Bandung.   Hakim Tunggal Eman Sulaeman,S.H.,M.H mengatakan bahwa pihaknya menjadwalkan ulang sidang praperadilan tersebut untuk dilaksanakan minggu pekan depan, Senin 1 Juli 2024.”ujarnya.   Terkait penundaan itu, kuasa hukum dari Pegi, setiawan mengaku sangat kecewa dengan tidak hadirnya dari termohon yaitu pihak Polda Jabar. Ia menyebut kepolisian tidak profesional dalam kasus ini.   “Kami menganggap mereka tidak profesional, kalau memang lemah buktinya sudah diakui saja jangan sampai sengaja dengan alasan klasik menunda persidangan yang akhirnya untuk menuju P21. Kami di sini hanya ingin membuktikan bahwa penetapan Pegi tidak sah, kenapa mereka tidak mau hadir?” Ujanya. (E.S)

Read More »

SEHAT BABARENGAN POLDA JABAR DALAM RANGKA HARI BHAYANGKARA KE-78 TAHUN 2024

INFOPOLISI.NET | BANDUNG Kapolda Jabar Irjen Pol Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M. bersama dengan Forkopimda Jabar, Pejabat Utama Polda Jabar, Personil TNI-POLRI dan Ibu-Ibu Bhayangkari serta Masyarakat melaksanakan kegiatan olahraga sehat babarengan bersama Polda Jabar dalam rangka memperingati hari jadi Bhayangkara ke-78 tahun 2024. Kegiatan olahraga sehat bersama Polda Jabar untuk memperingati hari jadi Bhayangkara ke-78 tahun 2024 tersebut dilaksanakan di Kiara Artha Park Kota Bandung, Minggu (23/6/2024) Dalam semangat kebersamaan dan kesehatan, acara tersebut menjadi momentum yang luar biasa untuk mempererat hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat. Aksi olahraga bersama ini tidak hanya menciptakan kebugaran fisik, tetapi juga memperkuat solidaritas dan kebersamaan di tengah-tengah masyarakat Jabar. “Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga dan memberikan inspirasi positif bagi semua pihak.” Ujar Kapolda Jabar. ‘ Disela kegiatan tersebut, diadakan perlombaan menari antara personil dari TNI AD, AU, AL dan Polri untuk menciptakan suasana meriah dan mempererat sinergitas TNI-POLRI bersama Masyarakat, Selain itu ada undian berhadiah untuk peserta yang mengikuti olahraga bersama di acara tersebut, tak ketinggalan ada pula hiburan musik. • (Red)

Read More »
wahyu widada
Pidana

Sidang Perdana Praperadilan Pegi Setiawan Akhirnya Ditunda

INFOPOLISI.NET | BANDUNG Sidang perdana gugatan praperadilan yang diajukan oleh kuasa hukum Pegi Setiawan alias Perong, tersangka kasus pembunuhan Vina dan Eky, akan digelar pada hari ini, Senin (24/6/2024), di Pengadilan Negeri (PN) Bandung   Agenda sidang praperadilan hari ini adalah untuk pemeriksaan kelengkapan pihak kuasa hukum pemohon pegi setiawan dan termohon yaitu Polda Jabar. Sedangkan dari pihak termohon dari Polda Jabar tidak hadir maka Sidang praperadilan Pegi Setiawan ditunda selama satu pekan.   Sidang yang sejatinya akan dilaksanakan di Pengadilan Negeri Kelas 1 Khusu(PN) Bandung hari ini Senin, 24 Juni 2024 pukul 09.00 WIB ini akhirnya ditunda. Sementara itu, alasan hakim menunda sidang karena pihak termohon dalam hal ini Polda Jabar tidak hadir di persidangan. “Karena termohon tidak hadir kita tunda ke hari Senin tanggal 1 Juli (2024),” demikian dikatakan hakim Eman Sulaeman S.H di ruang sidang VI PN kelas 1 Khusus Bandung.   Sebelumnya, kuasa hukum Pegi Setiawan mengajukan langkah hukum untuk membebaskan kliennya dari semua yang dituduhkan pada pegi. Mereka menggugat penetapan tersangka dan penahanan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Jabar. Gugatan praperadilan yang diajukan pihak kuasa hukum pegi setiawan diterima PN Bandung.   Hakim Tunggal Eman Sulaeman,S.H.,M.H mengatakan bahwa pihaknya menjadwalkan ulang sidang praperadilan tersebut untuk dilaksanakan minggu pekan depan, Senin 1 Juli 2024.”ujarnya.   Terkait penundaan itu, kuasa hukum dari Pegi, setiawan mengaku sangat kecewa dengan tidak hadirnya dari termohon yaitu pihak Polda Jabar. Ia menyebut kepolisian tidak profesional dalam kasus ini.   “Kami menganggap mereka tidak profesional, kalau memang lemah buktinya sudah diakui saja jangan sampai sengaja dengan alasan klasik menunda persidangan yang akhirnya untuk menuju P21. Kami di sini hanya ingin membuktikan bahwa penetapan Pegi tidak sah, kenapa mereka tidak mau hadir?” Ujanya. (E.S)

Read More »

Residivis Kembali di Tangkap Bersama 8,77 Gram Sabu dari Siantar Martoba

INFOPOLISI.NET | PEMATANG SIANTAR Seorang residivis, DMH (51) ditangkap dari Jalan Rakutta Sembiring, Kecamatan Siantar Martoba, Senin (17/6/2024) kemarin. Penangkapan tersangka berdasarkan informasi dari masyarakat.   DMH merupakan warga Jalan Tambunan Timur, kelurahan Tambun Nabolon, kecamatan Siantar Martoba. Demikian disampaikan kapolres Pematangsiantar,AKBP Yogen Heroes Baruno melalui Kasat Narkoba AKP Jhonny Pasaribu melalui siaran persnya, Rabu (19/6/2024).   “Tersangka ini adalah residivis Narkotika pada tahun 2019 lalu. Dari tersangka ditemukan sabu dengan berat bruto 8,77,” ungkapnya.   Kini tersangka, kata Jhonny sedang diproses lebih lanjut untuk pengembangan kasus.Terhadap tersangka dijerat dengan pasal 114 UU RI No 35/2009 tentang narkotika.   “Ancaman hukuman pasalnya diatas 15 tahun, selain sabu ada hape android,” tutup,Jhonny.(Red-Triple A)

Read More »

Kejati Sumsel Kembali Tahan Tersangka Baru Korupsi Jaringan Internet Desa Dinas PMD Muba

INFOPOLISI,NET | PALEMBANG  Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumsel menetapkan satu tersangka baru dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi kegiatan pembuatan dan pengelolaan jaringan instalasi internet komunikasi dan informasi desa pada Dinas   Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Musi Banyuasin (Muba) tahun anggaran 2019-2023 yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 27 miliar.   Tersangka HF selaku Kepala Bidang Pembangunan Ekonomi dan Desa pada Dinas PMD Muba sebelumnya menjalani pemeriksaan bersama Richard Cahyadi (Plt Kadis PMD Muba) sebagai saksi di Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumsel.   Kemudian statusnya dinaikkan oleh penyidik menjadi tersangka. Dalam perkara tersebut, sebelumnya telah ditetapkan dua tersangka yakni, Muhammad Arif yang merupakan Direktur PT Info Media Solusi Net (IMSN) selaku penyedia layanan internet pada 200 desa se-Kabupaten Muba. Dan Riduan selaku Kasi Pendapatan, Keuangan dan Aset Dinas PMD Muba, yang saat ini telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).   Kasi Penkum Kejati Sumsel Vanny Yulia Eka Sari mengatakan, tim penyidik telah mengumpulkan alat bukti dan barang bukti sehingga berdasarkan bukti permulaan yang cukup sebagaimana diatur dalam Pasal 184 ayat (1) KUHP, pada hari ini kembali dilakukan penetapan satu orang tersangka.   “HF selaku Kepala Bidang Pembangunan Ekonomi dan Desa Dinas PMD Muba ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan surat penetapan tersangka nomor : TAP-7/L.6.5/Fd.1/06/2024,” ujar Vanny, Selasa (11/6/2024) malam.   Vanny menjelaskan, tersangka HF sebelumnya diperiksa sebagai saksi dan berdasarkan hasil pemeriksaan disimpulkan telah cukup bukti yang bersangkutan terlibat dalam perkara dimaksud.   “Sehingga tim penyidik meningkatkan status HF yang semula sebagai saksi menjadi tersangka dan untuk selanjutnya yang bersangkutan dilakukan tindakan penahanan selama 20 hari kedepan di Rutan Kelas I Pakjo Palembang terhitung sejak hari ini,” jelas Vanny.   Dikatakannya, bahwa modus tersangka HF selaku Kepala Bidang Pembangunan Ekonomi dan Desa Dinas PMD Muba menerima uang dari hasil aliran dana kegiatan langganan internet desa dari tersangka MA selaku Direktur PT Info Media Solusi Net (IMSN). (Kadim)

Read More »
Hukum

Massa Aktivis Pemuda dan Mahasiswa Bandung Datangi PN Bandung, Tolak Adanya Intervensi Sidang Oleh Terdakwa Adetya

INDOPOLISI.NET | BANDUNG “Saksi kesal Sidang Kembali ditunda” Forum Komunikasi Aktivis Pemuda dan Mahasiswa Bandung menggelar aksi damai di depan Pengadilan Negeri Bandung jalan LL.RE Martadinata kota Bandung, Selasa 25 Juni 2024.   Massa yang datang, langsung melakukan orasi yang mendukung perangkat hukum di Indonesia, baik Hakim, Jaksa untuk menghormati lembaga Peradilan.   Menurut Dena Hadiat Kordinator massa aksi, menjelaskan bahwa elemen Forum Komunikasi Aktivis Pemuda dan Mahasiswa Bandung merasa terusik dengan adanya Lembaga Peradilan yang dilecehkan, saat sidang kasus penipuan dan penggelapan dengan terdakwa Adetya alias Sasha, pada Kamis 19 Juni 2024 lalulalu, dimana ruang sidang dipadati pendemo yang merupakan pendukung Terdakwa, serta Terdakwa keluar dari ruang sidang saat tim kuasa hukum keluar dan menolak melanjutkan sidang. “Kami bergerak untuk menyelematkan Lembaga Peradilan yang bersih yang sehat, dengan kejadian adanya aksi demo di dalam ruang sidang kami meminta Ketua PN Bandung untuk tegas melanjutkan persidangan sesuai dengan kontruksi hukum kasus yang ditangani, ” jelas Dena dalam pernyataannya kepada wartawan, Selasa 25 Juni 2024.   Dena menegaskan, aksi damai ini sebagai bentuk dukungan moril kepada penegakan hukum di Indonesia tanpa ada intervensi.   “Kami akan mendukung langkah pengadilan tanpa intervensi pihak manapun, ” terang Dena.   Dena menilai Lembanga penyelengara peradilan harus di hormati guna menegakkan hukum dan keadilan yang mengatur penindakan terhadap perbuatan , tingkah laku, sikap dan / atau ucapan yang dapat merendahkan dan merongrong kewibawaan , martabat dan kehormatan badan peradilan yang di kenal sebagai “Contemp of Court”.   “Peristiwa yang di lakukan oleh pengacara terdakwa dengan cara meninggalkan ruang sidang bersama terdakwa merupakan preseden buruk serta penghinaan dan menjatuhkan kewibaaan , martabat penyelengara peradilan dalam penegakan hukum, ” jelas Dena.   Dalam aksi damai tersebut, mengeluarkan sembilan pernyataan sikap dalam menyikapi kasus penipuan dan penggelapan dengan orang terdakwa Adetya alias Sasha, yakni :   1. Kami Forum Komunikasi Aktivis Pemuda & Mahasiswa Bandung menghargai segala proses hukum yang sedang berjalan dan mendukung transparansi dalam persidangan kasus Adetya alias Sasha.   2. Kami Forum Komunikasi Aktivis Pemuda & Mahasiswa Bandung mendesak agar semua pihak, termasuk majelis hakim, jaksa, dan pengacara, untuk menjunjung tinggi prinsip keadilan dan profesionalisme dalam menangani kasus ini.   3. Kami Forum Komunikasi Aktivis Pemuda & Mahasiswa Bandung Mendesak Pengadilan Negeri Bandung, khususnya bagi majelis hakim yang mangadili perkara tersebut untuk bersikap tegas dan menjalankan proses persidangan sesuai dengan hukum yang berlaku.   4. Kami Forum Komunikasi Aktivis Pemuda & Mahasiswa Bandung menyikapi terkait penundaan sidang akibat adanya massa yang ricuh dalam persidangan adalah pelecehan terhadap pengadilan. Ini menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia. Penegakan hukum adalah hal yang tidak boleh di intervensi, hal ini menjadi bagian dari komitmen kami bahwa Indonesia adalah negara hukum.   5. Kami Forum Komunikasi Aktivis Pemuda & Mahasiswa Bandung meminta agar Adetya Yessy Seftiani alias Sasha menjalankan segala proses hukum yang berlaku di indonesia, karena pada dasarnya seluruh masyarkat di Indonesia wajib mengikuti hukum yang berlaku.   6. Kami Forum Komunikasi Aktivis Pemuda & Mahasiswa Bandung menentang keras atas perilaku Adetya Yessy Seftiani alias Sasha yang berlindung dibalik isu perempuan dan melibatkan atau menyeret masyarakat yang tidak tahu menahu dalam persoalan ini.   7. Kami Forum Komunikasi Aktivis Pemuda & Mahasiswa Bandung akan terus mengawal, mendorong serta mendukung Pengadilan Negeri Kota Bandung untuk menegakan keadilan sesuai dengan aturan hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia.   8. Kami Forum Komunikasi Aktivis Pemuda & Mahasiswa Bandung mendorong aparat penegak hukum untuk menyelidiki kasus ini secara menyeluruh, mengingat nilai transaksi yang mencapai miliaran rupiah dan dampaknya terhadap masyarakat.   9. Kami Forum Komunikasi Aktivis Pemuda & Mahasiswa Bandung menuntut agar hukum ditegakkan secara adil, tanpa memandang status sosial atau ekonomi pihak yang terlibat.   Sidang kasus penipuan dan penggelapan dengan Terdakwa Adetya alias Sasha sendiri akan digelar Selasa 25 Juni 2024 dengan agenda pemeriksaan saksi, dimana pada sidang Kamis 19 Juni 2024 lalu sidang ditunda karena adanya aksi walk out tim kuasa hukum Adetya.   Saat persidangan kasus penipuan dan penggelapan yang digelar Selasa 25 Juni 2024 diruang sidang III pengadilan negeri Bandung, dengan Terdakwa Adetya Alias Sasha, menghadirkan empat orang saksi.   Ketiga saksi yang sedianya akan memberi keterangan di Pengadilan yakni Mariana Chandra, S.H.,M.Kn (Notaris Kabupaten Bandung Barat), Reza Imran Fauzi, S.H.,M.Kn (ASN BPN Kantor Pertanahan Kota Cimahi) dan Ilena Tjandra (Agen J Property).   Salah satu saksi Reza Imran Fauzi mengaku kesal dengan sidang yang sudah dua kali ditunda.   “Ya ditunda sampai dua kali, dan ini membuat saya kesal dan cukup menyita waktu. Apalagi saya sudah dipindah tugas ke Ciamis, perihal ini pun sudah saya sampaikan ke Ketua Majelis Hakim saat sidang Kamis 19 Juni 2024 lalu, ” terang Reza. (ES)

Read More »

Hakim Prapradilan Pegi Setiawan Sebut Dirinya Tak Bisa Dipengaruhi Siapapun !

INFOPOLISI.NET |BANDUNG  Hakim Prapradilan yang akan memimpin jalannya sidang di PN Kelas 1A Bandung atas permohonan Pegi Setiawan dan tim kuasa hukumnya, menegaskan tidak akan terpengaruhi oleh siapa pun karena tidak memiliki kepentingan.   Pernyataan tegas hakim tunggal tersebut diungkap Eman Sulaeman pasca memeriksa dokumen kelengkapan yang diajukan oleh tim kuasa hukum Pegi Setiawan, di ruang sidang PN Kelas 1A Bandung, Senin (24/6/24).   “Saya tak bisa di pengaruhi siapapun, jangan ada yang berani coba-coba mempengaruhi, saya akan mengabaikan siapapun yang akan mempengaruhi,” tegas Eman Sulaeman.   Eman Sulaeman bahkan mempertaruhkan kredibiltasnya selama ini sebagai seorang hakim, ia pun menyebutkan, bahwa tidak ada kepentingan sama sekali dalam perkara Pegi Setiawan sebagai tersangka pembunuhan Vina dan Eky.   “Kalaupun ada yang mencoba-coba orang yang mempengaruhi, saya abaikan, jadi jangan sampai ada asumsi-asumsi yang aneh-aneh,” ungkapnya.   Sambil melempar canda terhadap para kuasa hukum Pegi Setiawan, Eman Sulaeman pun juga menyatakan bahwa kredibilitasnya sebagai hakim sudah diketahui pengacara-pengacara di Kecamatan Sumber, Cirebon, dimana Eman Sulaeman sempat menjadi hakim di PN Sumber pada tahun 2016-2018.   “Kalau pengacara-pengacara Sumber itu biasanya sudah tahu saya seperti itu, jadi saya tegaskan lagi, tidak ada kepentingan dan tidak ada keuntungan,” ucapnya.   Seharusnya, sidang praperadilan Pegi Setiawan bisa digelar Senin (24/6/2024), namun karena pihak Polda Jawa Barat tidak memenuhi panggilan, maka sidang ditunda hingga pekan depan, tepatnya pada 1 Juli 2024, Eman Sulaeman pun kembali menegaskan jika termohon tidak hadir kembali, maka sidang akan tetap dilanjutkan.   “Jika pihak termohon (tim penyidik Polda Jabar) tidak hadir, maka sidang sah dan patut, datang atau tidak datang, kita lanjut,” tambahnya.   “Menghargai kuasa hukum Pegi Setiawan yang sudah datang jauh-jauh dari Cirebon, jangan sampai persidangan pokok perkara digelar, kita belum tuntas,” pungkasnya.(ES/EA)

Read More »

Anwar Bunuh Istri Karena Terlilit Hutang Pada Calon TKI Gagal Berangkat

INFOPOLISI.NET | LOMBOK TIMUR-SELONG Polres Lombok Timur berhasil menangkap Nurul Anwar tenaga honor di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lombok Timur yang merupakan pelaku pembunuhan terhadap istrinya sendiri Lilis Sukmawati di rumahnya di Dusun Ketangga, Kelurahan Kembang Sari, Kecamatan Selong.   Pelaku diringkus petugas ketika sedang bersembunyi di rumah ibu tirinya di Dusun Semaya, Desa Montong Baan Selatan, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, Kamis malam (21/6/2024) sekitar pukul 23.00 WITA.   Pelaku saat ini telah resmi ditetapkan sebagai tersangka. Sementara mayat korban saat ini masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram untuk diautopsi.   Dari keterangan pihak kepolisian pelaku tega menghabisi nyawa korban dengan parang karena sakit hati dan terlilit utang.   “Motif pelaku membunuh istrinya karena sakit hati karena sering dimarahi dengan kata-kata yang tidak pantas,” ungkap Kasatreskrim Polres Lombok Timur AKP I Made Dharma Yulia Putra Selain itu pelaku tega membunuh istrinya karena terlilit utang. Sebelum kejadian nahas ini, pelaku sempat memberitahukan istrinya jika yang bersangkutan memiliki utang di TKI yang gagal diberangkatkan. Kabarnya ada sekitar 14 calon TKI yang akan diganti uangnya dengan nilai Rp 1 juta per orang.   Ia pun meminta istrinya membantu menyelesaikan utang tersebut. Dari sanalah terjadi ceckok dan pertengkaran antara pelaku dan korban hingga berujung pembunuhan.   “Dari keterangan pelaku bahwa yang bersangkutan memiliki utang di TKI yang telah direkrutnya. Uang para TKI telah diambil tapi tak kunjung diberangkatkan,” tuturnya.   Melihat kondisi di TKP, kasus pembunuhan ini terjadi sekitar pukul 14.00 WITA, Kamis (20/6/2024). Dan baru diketahui setelah magrib. Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh pihak keluarga.   Itu bermula kecurigaan pihak keluarga karena korban tidak bisa dihubungi. Mereka pun akhirnya mendatangi rumah korban. Sampainya di sana kondisi rumah sepi dan tertutup.   Keluarga pun akhirnya membuka paksa pintu rumah dan korban sudah ditemukan dalam kondisi terkapar bersimbah darah.   “Korban mengalami luka di bagian leher dan beberapa bagian tubuh lainnya. Jenazah korban untuk sementara masih kita titip di Rumah Sakit Bhayangkara dan hari ini akan kita lakukan autopsi,” tutupnya. (lie)

Read More »
Peristiwa

Bocah Umur 4 Tahun Hanyut di Sungai Bah Bolon

INFOPOLISI.NET | PEMATANG SIANTAR Pencarian satu orang bocah yang hanyut di sungai Bah Bolon hingga sekarang masih dalam pencarian tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pematangsiantar, Jumat (14/6/2024). Bahkan dalam pencarian hari ke dua ini, BPBD Siantar diperbantukan oleh personil Basarnar yang didatangkan dari Parapat.   Boy Zendrato, Analisi Kebencanaan BPBD ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa dalam pencarian tersebut mereka telah membagi sebanyak tiga tim. “Pencarian masih kita lakukan hingga saat ini dan kita mulai tadi pagi sekitar pukul 08.00 Wib. Dalam pencarian itu kita telah membagi tiga tim dimana tim pertama diseputaran Pematang, tim kedua dibendungan air Tomuan dan tim tiga dibendungan air Silomange, “ucap Boy melalui via telefon seluler.   Saat ditanya apakah korban memang merupakan warga Gang Kopral, Boy mengungkapkan kalau korban DAHS (4) merupakan warga Jalan Jawa, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat.   Namun dikarenakan pada saat kejadian, korban dititipkan oleh neneknya sehingga pada saat ditemukan korban langsung dibawa ke rumah neneknya di Gang Kopral.   “Hanya saia DAHS hari ini sudah dibawa ke Pada X 6 disemayamkan disana.   “Hanya saja DAHS hari ini sudah dibawa ke Padang Sidempuan (Tapsel) untuk disemayamkan disana tempat orangtuanya,” ujarnya.   Diberitakan sebelumnya, Anak balita yang ditemukan meninggal akibat hanyut di sungai Bah bolon Jalan Diponegoro, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat, telah diketahui identitasnya. Korban DFHS (4) adalah Boru Siregar disemayamkan di Tapsel (P.Sidempuan). Sedangkan DAS (4) hingga sekarang masihdalam pencarian pihak Kepolisian serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pematangsiantar.   Kasat Reskrim Polres Siantar AKP Made Wira Suhendra mengatakan bahwa hingga sekarang mereka bersama dengan petugas BPBD dan masyarakat masih berhasil mengevakuasi satu orang korban. “Hing f X pencarian, bahkan sampai tadi malam kita.   “Hingga saat ini kita masih melakukan pencarian, bahkan sampai tadi malam kita melakukan pencarian korban. Dikarenakan arus sungai sangat deras dan cuaca gelap sehingga kita memberhentikan pencarian terhadap DAS,” ucap Made. (Red-Triple A)

Read More »

Polisi Militer Tangkap 1 Anggota Densus 88 diduga Kutit Jampidsus Kejagung

INFOPOLISI.NET | JAKARTA Anggota polisi dari satuan Densus 88 atau Detasemen Khusus Antiteror diduga menguntit Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaaan Agung (Jampidsus Kejagung) Febrie Adriansyah saat makan malam di salah satu restorana di Cipete, Jakarta Selatan. Satu dari anggota Densus 88 tertangkap basah saat memantau makan malam Febrie. Saat dikonfirmasi mengenai ini yang dikutip dari tempo.co, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo masih belum memberi penjelasan. “Saya baru selesai giat pengamanan WWF di Bali dan masih ada lanjutan meeting beberapa ministry,” kata Listyo Sigit pada Rabu, 23 Mei 2024.   Dua orang yang mengetahui peristiwa itu bercerita kejadian tersebut sekitar pukul 20.00 atau 21.00. Febrie Adriansyah disebut kerap menyambangi restoran yang menyajikan kuliner Prancis itu untuk makan. Pada Ahad pekan lalu, Febrie tiba di restoran itu bersama satu ajudan dan motor patwal Polisi Militer.   Dua orang yang mengetahui peristiwa itu menyebut kedatangan Febrie disusul oleh dua orang diduga anggota Densus 88. Mereka berpakaian santai dan datang dengan jalan kaki.   Salah seorang dari anggota Densus 88 itu disebut meminta meja di lantai dua dengan alasan ingin merokok. Namun, pria tersebut selalu mengenakan masker. Febrie Ardiansyah ketika itu berada di ruangan VIP di lantai dua juga dengan dinding kaca. Pria yang belakangan diketahui anggota Densus 88 itu tetap mengenakan maskernya dan hanya sesekali menyesap rokok. Pria itu kemudian mengarahkan alat yang diduga perekam ke arah ruangan Febrie.   Polisi militer yang mengawal Febrie pun curiga dengan pria itu. Febrie memang belakangan dikawal polisi militer TNI atas bantuan pengamanan dari Jaksa Agung Muda Bidang Militer lantaran Jampidsus sedang menangani kasus korupsi besar seperti kasus tambang. Apalagi penyidik Kejagung saat menggeledah di Bangka Belitung dalam menangani kasus timah juga mendapatkan intimidasi.   Orang yang mengetahui kejadian ini menyebut ketika dua orang anggota Densus 88 berjalan setengah lari keluar restoran, satu di antara mereka langsung dirangkul oleh polisi militer dan satu yang lain lolos. Saat menangkap satu anggota Densus 88, sumber tersebut mengatakan tak ada keributan yang terjadi.   Polisi militer bergegas merangkul dan membawa anggota Densus 88 menjauh dari restoran untuk diinterogasi. “Mungkin karena sama-sama pejabat, jadi tidak mau ribut,” kata dia.   Selain dua anggota Densus 88 yang masuk ke restoran, sumber tersebut mengatakan ada beberapa orang yang terlihat memantau Febrie Adriansyah dari luar. Beberapa dari mereka, kata dua orang yang mengetahui kejadian ini, terlihat dari beberapa titik sekitar 50 meter dari restoran. “Setelah ditangkap itu, yang di sana-sana (sambil menunjuk tempat di luar restoran) lari. Ternyata sedang mantau,” kata dia. Satu anggota polisi yang tertangkap dibawa pergi dengan mobil oleh pengawal Febrie.   Setelah menangkap satu anggota Densus 88, Febrie disebut menghubungi Kabareskrim Polri untuk meminta penjelasan kejadian tersebut. Namun Komjen Wahyu Widada disebut mengklaim tak tahu menahu dan minta anggota Densus itu dibebaskan. Namun Febrie enggan melepaskannya.   Febrie juga melapor kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin mengenai kejadian ini. ST Burhanuddin lantas menelepon Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Setelah obrolan antara pimpinan penegak hukum itu, anggota Densus 88 tersebut dijemput oleh Paminal. Namun, seluruh data di telepon seluler anggota Densus 88 itu telah disedot oleh tim Jampidus. Ketika dikonfirmasi mengenai ini, Febrie tak merespons.   Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Ketut Sumedana juga enggan mengomentari peristiwa itu. Dia menyebut tak mendapat informasi mengenai kejadian tersebut. “Saya belum dapat informasinya,” kata Ketut saat dihubungi pada Kamis, 23 Mei 2024. (RED)

Read More »

Polisi Selidiki Aksi ‘Penembakan Misterius’ di Ujungberung Bandung

Ilustrasi kasus penembakan      INFOPOLISI.NET | BANDUNG – Petugas Polrestabes Bandung sedang menyelidiki dugaan aksi penembakan misterius yang terjadi di wilayah Ujungberung, Kota Bandung, Jawa Barat, yang rekaman dari kamera pengawas (CCTV) sudah viral.   “Kita sedang dalami dan lakukan penyelidikan,” ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Abdul Rahman, saat dihubungi, Jumat (26/4).   Senada dengan Kasat Reskrim, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Budi Sartono mengatakan, dalam penyelidikan tim gabungan dari Unit Reskrim Polsek Ujungberung dan Satreskrim Polrestabes Bandung diturunkan untuk mengungkap penembakan misterius tersebut.   “Anggota Reskrim Polrestabes Bandung dan Polsek (Ujungberung) sedang mendalami,” ucap dia saat dikonfirmasi secara terpisah.   Sebelumnya sebuah rekaman video berdurasi 16 detik tersebut Video memperlihatkan seseorang yang melepas tembakan ke arah sebuah gang di jalanan.   Berdasarkan unggahan yang viral di medsos, aksi penembakan itu terjadi di Kawasan Babakan Batawi, Kelurahan Pasirwangi, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung pada Rabu (24/4) sekitar pukul 03.51 WIB.   Dalam rekaman yang beredar di media sosial, terlihat ada dua orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor. Pengemudi menghentikan sepeda motornya di mulut gang lalu melakukan penembakan ke arah gang.   Di sana terdengar tembakan dari senpi diduga pistol sebanyak empat kali, lalu pengendara motor berboncengan yang memakai helm segera melajukan kendaraan meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP).   Mulanya, di dalam rekaman yang beredar, ada dua pengemudi motor yang memasuki gang di kawasan Babakan Batawi, Ujungberung itu. Tak lama, dari arah berlawanan datang dua orang berboncengan sepeda motor dan berhenti mulut gang.   Pengemudi motor dari arah berlawanan yang menggunakan helm merah itu lalu terlihat mengeluarkan diduga senpi bentuk pistol. Dia mengarahkan diduga senpi itu ke dalam gang, lalu terdengar bunyi seperti tembakan hingga empat kali.   Setelahnya, pengemudi itu langsung memacu motornya dari TKP ke arah lain.   Sementara itu, melansir dari detikJabar, Kapolsek Ujungberung Kompol Subana mengatakan korban penembakan misterius adalah seorang remaja bernama Ajis Maulana (17). Korban saat itu baru pulang dari pasar yang rencananya akan mengantarkan ikan dagangannya.   Saat hendak masuk ke arah gang, kedua orang yang berboncengan ini meneriaki korban untuk berhenti. Tapi sepertinya, korban tidak mendengar teriakan itu hingga pelaku nekat meletuskan senjata jenis air softgun dari balik saku celananya.   “Namun letusan tersebut tidak menimpa korban. Selanjutnya saksi pulang ke rumah kemudian melihat pelaku pergi ke arah bawah, lalu saksi menceritakan ke orang tuanya,” kata Subana dalam keterangannya, Jumat ini.   Subana memastikan korban tidak melaporkan kejadian ini ke polisi. Dari hasil pemeriksaan, pihaknya menduga kasus ini terjadi sebagai bentuk gertakan karena pelaku kesal setelah korban tidak berhenti pada malam tersebut.   “Dari hasil penyelidikan bahwa pelaku melakukan tembakan tersebut berasal dari senjata air softgun dengan motif menggertak saksi sehubungan saksi pada saat itu belok menuju Gang Babakan Batawi,” katanya.(Red Korwil Jabar)

Read More »

Solverwp- WordPress Theme and Plugin