INFOPOLISI,NET | KOTA PALEMBANG – Komandan Korem 044/Garuda Dempo Brigjen TNI Khabib Mahfud meninjau fasilitas konservasi dan penanganan satwa di Taman Wisata Alam Punti Kayu, Jalan Kolonel H. Barlian, Palembang, Senin (2/11/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Danrem didampingi Kasi Ops Kasrem 044/Gapo Kolonel Inf Andi Ariyanto, Kepala Resor KSDA Wilayah I Palembang Anjas Tuberlani, S.H., perwakilan Pusat Rehabilitasi Satwa (PRS) Dr. Hamam Harnes, beserta staf.
Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kondisi kawasan konservasi, fasilitas rehabilitasi, serta penanganan satwa liar terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan.
Danrem menegaskan satwa terdampak karhutla tidak bisa langsung dilepasliarkan.
“Satwa liar yang terdampak kebakaran hutan dan kehilangan habitatnya tidak dapat serta merta dilepaskan kembali ke alam.
Diperlukan proses rehabilitasi, perawatan, dan pemantauan berkelanjutan agar benar-benar siap bertahan hidup mandiri di habitat aslinya,” ujar Brigjen Khabib Mahfud.
Salah satu satwa yang ditangani adalah kucing hutan atau kucing kuwuk yang ditemukan terdampak karhutla di wilayah Ogan Ilir dan Ogan Komering Ilir.
Saat ini satwa tersebut menjalani pemulihan di Pusat Rehabilitasi Satwa Punti Kayu sebelum dipersiapkan kembali ke habitat alaminya.
Lebih lanjut Danrem menyampaikan pemantauan dampak karhutla di Sumsel masih terus dilakukan.
Sejumlah kawasan penting seperti Suaka Margasatwa Padang Sugihan di Banyuasin, lahan gambut di OKI, hingga hutan kota Punti Kayu menjadi perhatian bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan satwa liar.
Menurutnya, penyelamatan satwa tidak cukup hanya rehabilitasi, tetapi harus dibarengi perlindungan habitat dan kerja sama lintas sektor.
Sinergi TNI, BKSDA, pemerintah daerah, dan pihak terkait menjadi kunci penanganan yang tepat.
Selain meninjau fasilitas rehabilitasi, kegiatan ini juga memperkuat koordinasi dalam menjaga TWA Punti Kayu sebagai ruang terbuka hijau sekaligus paru-paru Kota Palembang. (Kadim/ril)



