INFOPOLISI,NET | KOTA PALEMBANG – Hujan selama tiga hari berturut-turut membantu menekan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.
Meski jumlah titik panas menurun tajam, satuan tugas masih melakukan pendinginan di sejumlah lokasi bekas kebakaran yang mengeluarkan asap untuk mencegah api kembali menyala.
.
Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki mengatakan, hujan telah membantu mengurangi kebakaran.
Namun, kondisi di lapangan belum sepenuhnya aman karena masih ditemukan area yang dikeluarkan secepatnya.
“Hotspot dan firespot terus menurun.
Namun, upaya pendinginan tetap dilakukan karena masih ada beberapa area yang berasap,” kata Muchendi saat meninjau lokasi kebakaran di Desa Ulak Kedondong, Kecamatan Cengal, Selasa (27/10/2026).

Data pemantauan menunjukkan jumlah titik panas (hotspot) di OKI turun drastis dari 751 titik pada 24 Oktober menjadi 26 titik pada 26 Oktober.
Jumlah itu kembali menurun menjadi 21 titik pada 27 Oktober.
Muchendi mengatakan, berdasarkan pemantauan terakhir, titik panas masih terdeteksi di Desa Pelimbangan dan Desa Ulak Kedondong.
Oleh karena itu, ia meminta seluruh personel tetap siaga meskipun hujan telah membantu pemadaman.
Ia juga meminta kepala desa turut serta mengatur penanganan karhutla di wilayah masing-masing.
Menurut Muchendi, kehadiran kepala desa penting untuk upaya penanganan berjalan sekaligus memberikan dukungan kepada petugas dan lawan.
“Kepala desa harus tetap siaga menjaga wilayahnya.
Tidak harus memegang selang, tetapi kehadiran pemimpin tentu memberi semangat kepada petugas dan relawan yang mengoleksi api,” ujarnya.
Sepuluh posko disiagakan
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI Pratama Suryadi mengatakan, upaya penanganan karhutla tetap terus dilakukan meski hujan membantu pemadaman.
Sebanyak 10 posko disiagakan di sejumlah wilayah rawan untuk mendukung pemantauan, pencegahan, dan penanganan kebakaran.
Sepuluh posko tersebut antara lain berada di Desa Jungkal, Kecamatan Pampangan; Gerbang Tol 347 Jejawi; Gerbang Tol Celikah; Kantor BPBD OKI, Desa Kayu Labu, Kecamatan Pedamaran Timur; Desa Sungai Bungin, Kecamatan Pangkalan Lampam; Desa Pulau Beruang, Kecamatan Tulung Selapan; Desa Talang Rimba, Kecamatan Cengal; Desa Ulak Kedondong, Kecamatan Cengal; serta Desa Bumi Pratama Mandira, Kecamatan Sungai Menang.
Saat ini penambahan personel Sekitar 810 digabungkan dikerahkan untuk mendukung penanganan karhutla.
Mereka terdiri dari unsur TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, serta peraturan pemadam kebakaran perusahaan.
Kelompok Tani Peduli Api (KTPA). Upaya ini juga didukung sekitar 2.140 anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) yang tersebar di 102 desa rawan karhutla.
Menurut Pratama, hujan belum menjamin seluruh titik kebakaran benar-benar padam.
Jika hujan tidak turun selama beberapa hari, sisa bara, terutama di lahan gambut, berpotensi kembali menyala.
“Kalau doa sampai tiga hari tidak ada hujan, kemungkinan api bisa menyala lagi,” katanya.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, petugas melanjutkan pembuatan sekat bakar di daerah yang berpotensi mengalami penjalaran api.
Pemeriksaan secara berkala juga dilakukan di lahan bekas terbakar, terutama pada titik-titik yang masih mengeluarkan asap.
Pratama menjelaskan, asap yang muncul perlu diperiksa langsung untuk memastikan apakah masih terdapat bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
“Petugas tetap memastikan rutin memeriksa area bekas terbakar agar api benar-benar padam,” ujarnya. (Kadim)




