Foto/Dok: Kunjungan Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Riau, KH. R. Abdul Khalim Mahally, ke pondok Pesantren Al-Turmudzi KH. Muhtarul Anam (Gus Anam) di jalan Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (19/4/2026).
INFOPOLISI.NET | KAB. BANDUNG – Semangat ukhuwah Islamiyah kembali diteguhkan melalui kunjungan balasan Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Riau, KH. R. Abdul Khalim Mahally, ke Pondok Pesantren Al-Turmudzi yang dipimpin KH. Muhtarul Anam (Gus Anam) di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (19/4/2026).
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari silaturahmi sebelumnya yang dilakukan Gus Anam ke Riau pada Jumat (10/4/2026) yang lalu. Pertemuan dua tokoh ulama tersebut berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, serta sarat nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Momentum ini tidak sekadar menjadi ajang temu kangen antarulama, tetapi juga menjadi ruang strategis dalam memperkuat sinergi dakwah, pendidikan Islam, serta pemberdayaan umat di tengah dinamika zaman yang semakin kompleks.
KH. Muhtarul Anam (Gus Anam) dalam keterangannya menegaskan bahwa silaturahmi antarulama merupakan bagian penting dari menjaga kesinambungan tradisi keilmuan Islam yang telah diwariskan para pendahulu.

“Silaturahmi ini bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi bagian dari ikhtiar merawat sanad keilmuan para ulama agar tetap hidup dan relevan dengan perkembangan zaman. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa hubungan yang terjalin dengan KH. R. Abdul Khalim Mahally memiliki nilai historis dan spiritual tersendiri, mengingat beliau merupakan cucu dari ulama kharismatik KH. Khoemaidi Sholeh yang dikenal dengan julukan “Kyai Tiban”, sosok yang memiliki kontribusi besar dalam sejarah perkembangan Islam di Indonesia.
Lebih lanjut, Gus Anam mengungkapkan rencana pengembangan Pondok Pesantren Al-Turmudzi yang akan dibangun di wilayah Soreang, Kabupaten Bandung, tepatnya di Jalan Bojong No. 91, Desa Cipandan Kidul. Pesantren ini diharapkan menjadi pusat pendidikan Islam yang tidak hanya mencetak generasi berilmu, tetapi juga berakhlak dan mampu menjawab tantangan zaman.
“Pesantren kami saat ini telah berkembang di beberapa wilayah seperti Jawa Timur, Jawa Tengah dan di Jawa Barat akan di bangun yaitu di wilayah Soreang Kabupaten Bandung, Ke depan, kami ingin terus memperluas kontribusi dalam bidang pendidikan dan dakwah,” tambahnya.
Sementara itu, KH. R. Abdul Khalim Mahally menyampaikan bahwa kunjungannya ke Ponpes Al-Turmudzi merupakan bentuk silaturahmi sekaligus kunjungan balasan atas undangan Gus Anam.
“Kedatangan saya ini dalam rangka silaturahim, bertukar pikiran, serta mempererat persaudaraan sesama umat Islam dan sesama anak bangsa. Semoga hubungan ini membawa keberkahan bagi kita semua,” tuturnya.

Ia juga menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan Pondok Pesantren Al-Turmudzi di Soreang Kabupaten Bandung. Menurutnya, peran pesantren dan para ulama sangat vital dalam menyebarkan syiar Islam melalui berbagai media, baik majelis taklim, lembaga pendidikan, maupun pondok pesantren.
“Di mana pun para kyai berada, mereka memiliki peran besar dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Saya sangat mendukung pembangunan pesantren Al- Turmudzi di Soreang Kabupaten Bandung ini sebagai bagian dari penguatan dakwah dan pendidikan umat,” pungkasnya.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dari kolaborasi berkelanjutan antara ulama dan lembaga keagamaan dalam membangun umat yang berdaya, berilmu, dan berakhlak mulia, sekaligus memperkokoh peran Nahdlatul Ulama dalam menjawab tantangan sosial keagamaan di era modern. (Mustopa)




