INFOPOLISI.NET | BANDUNG – Momentum halalbihalal dan silaturahmi Hari Raya Idul Fitri 1447H/2026 di tingkat Kecamatan Babakan Ciparay tidak hanya menjadi ajang silaturahmi Hari Raya Idul Fitri, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat kolaborasi lintas elemen masyarakat dalam mendorong pembangunan wilayah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kecamatan Babakan Ciparay menyampaikan apresiasi tinggi kepada unsur pimpinan kecamatan (Forkopimcam) serta seluruh pemangku kepentingan yang dinilai telah berperan aktif dalam membangun sinergi demi kemajuan wilayah.
Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kecamatan Babakan Ciparay, Agus Permana Soenoe, menyampaikan bahwa kegiatan halalbihalal yang digelar berjalan lancar dan penuh makna. Menurutnya, selain sebagai tradisi saling memaafkan, kegiatan ini juga menjadi ruang strategis untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama antar elemen masyarakat.

“Alhamdulillah kegiatan halalbihalal di Kecamatan Babakan Ciparay berjalan dengan lancar hingga selesai. Kami sangat mengapresiasi peran serta semua pihak, khususnya jajaran Forkopimcam dan stakeholder yang telah berkolaborasi dalam pembangunan wilayah,” ujarnya.
Ia menegaskan, FPK sebagai wadah pembauran kebangsaan memiliki peran penting dalam menjaga harmoni sosial, terutama di tengah keberagaman masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi antara tokoh masyarakat, tokoh agama, aparat pemerintahan, serta warga menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang kondusif.
Lebih lanjut, Agus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong. Menurutnya, pembangunan tidak dapat berjalan optimal tanpa adanya dukungan kolektif dari berbagai pihak.

“Pembangunan Kecamatan Babakan Ciparay tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Diperlukan sinergi dari seluruh elemen, baik tokoh masyarakat, tokoh agama, maupun warga. Mari bersama-sama membangun agar wilayah ini semakin maju dan berkembang,” tegasnya.
Sementara itu, Humas Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kecamatan Babakan Ciparay, Sanjaya Wangsawiharja, menambahkan bahwa semangat halalbihalal harus dijadikan sebagai titik awal untuk memperkuat kemitraan antara masyarakat dan pemerintah kecamatan.

Ia menilai, kegiatan seperti ini tidak hanya berdampak secara sosial, tetapi juga memiliki nilai edukatif dalam menanamkan pentingnya persatuan, toleransi, dan partisipasi aktif warga dalam pembangunan.
“Kami menyampaikan terima kasih atas kesempatan untuk berkontribusi dalam pembangunan di Kecamatan Babakan Ciparay. Ke depan, FPK akan terus berkolaborasi dengan pihak kecamatan dan seluruh stakeholder, serta konsisten menghadirkan kegiatan-kegiatan positif bagi masyarakat,” ungkapnya.
Nilai Edukasi bagi Masyarakat
Kegiatan halalbihalal ini memberikan sejumlah pesan penting bagi masyarakat, di antaranya:
Pentingnya Silaturahmi: Tradisi halalbihalal bukan sekadar seremoni, tetapi sarana mempererat hubungan sosial dan memperkuat persatuan.
Kolaborasi sebagai Kunci Pembangunan: Kemajuan wilayah tidak bisa dicapai tanpa kerja sama antara pemerintah dan masyarakat.
Peran Aktif Warga: Masyarakat didorong untuk tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek yang aktif berkontribusi.
Penguatan Nilai Kebangsaan: FPK hadir sebagai jembatan untuk menjaga keberagaman tetap harmonis dalam bingkai persatuan.
Dengan semangat kebersamaan yang terus dijaga, Kecamatan Babakan Ciparay diharapkan mampu menjadi contoh wilayah yang tidak hanya maju secara pembangunan fisik, tetapi juga kuat dalam nilai sosial dan kebangsaan. (Mustopa)




