INFOPOLISI.NET | BANDUNG — Semangat meneladani perjuangan ulama dan memperkuat keimanan tercermin dalam kegiatan ziarah yang dilakukan warga RW 07 Kelurahan Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay Kota Bandung, pada Sabtu (2/5/2026).
Sebanyak 100 warga dengan penuh kekhusyukan berangkat menuju Maqom KH. Ahmad Zakariyya atau yang dikenal sebagai Mama Eyang Rende, yang berlokasi di Kampung Rende, Desa Rende, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat.

Ziarah ini juga sekaligus mengunjungi Maqom Mohammad Nursaleh Cikuda dan Maqom Cikundul Cianjur, sosok ulama yang dikenal luas melalui dakwahnya dalam menyebarkan ajaran Islam.
Ketua Panitia sekaligus pembimbing dalam kegiatan Ziaroh tersebut yaitu Ustadz.H.Deni Rahmat, S.H. I., Ketua DKM Attaqwa dan selaku Pengurus MWC NU Kecamatan Babakan Ciparay juga ASN Kemenag Kota Bandung di bidang Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Babakan Ciparay.
Ziaroh di laksanakan pada Hari Sabtu 02 Mei 2026 M/14 Dzulqo’dah 1447 H. Star keberangkatan mulai pukul.07.00 WIB. Yang di ikuti warga Se- Kecamatan Babakan Ciparay kota Bandung, di antara nya :
1.MT. Attaqwa RW.07 Situ Aksan Kelurahan Sukahaji
2.MT.Asshufiyah Blok Beas RW.06, Kelurahan Babakan Ciparay
3.MT.Al Ihsan Blok Kupat, kelurahan Babakan Ciparay
4.MT.Al Bayyinah RW.06 & MT.Al Islah RW.03 Kelurahan Babakan Ciparay
5.MT.Al Afifiyah Kopo, Kelurahan Cirangrang.
Juga Jemaah dari warga Kelurahan Jamika Kecamatan Bojongloa Kaler, warga Ciroyom Kecamatan Andir.
Ziarah kubur bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan batin untuk mengingat kematian serta meneladani perjuangan para ulama dalam menyebarkan nilai-nilai Islam.

Dalam setiap langkahnya, para peziarah diajak untuk merenungkan kembali makna kehidupan, memperkuat keimanan, serta menumbuhkan kecintaan terhadap para pewaris dakwah Rasulullah.
Dalam kesempatan tersebut, H. Deni Rahmat menyampaikan bahwa kegiatan ziarah ini menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus sebagai sarana pendidikan spiritual bagi masyarakat.
“Melalui ziarah ini, kita tidak hanya mendoakan para ulama, tetapi juga mengambil pelajaran dari perjuangan mereka. Ini menjadi pengingat bagi kita untuk terus meningkatkan iman dan amal dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Setibanya di lokasi, para peziarah melaksanakan doa bersama, tahlil, dan dzikir dengan penuh kekhusyukan. Suasana haru dan damai terasa ketika lantunan doa dipanjatkan, memohon ampunan bagi para ulama serta keberkahan bagi seluruh peserta ziarah.
Maqom Mama Rende sendiri dikenal sebagai salah satu tempat yang memiliki nilai sejarah dalam penyebaran Islam di wilayah Bandung Barat.
Sosoknya dihormati sebagai ulama yang gigih dalam berdakwah dan membimbing masyarakat menuju kehidupan yang lebih religius.

Begitu pula dengan Maqom Mohammad Nursaleh Cikuda, yang menjadi simbol keteguhan dalam menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat luas, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan pada masanya.
Kegiatan ziarah ini menjadi bukti bahwa tradisi religius di tengah masyarakat masih terjaga dengan baik. Tidak hanya sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama, tetapi juga sebagai sarana memperkuat nilai spiritual, kebersamaan, dan kepedulian sosial.

Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, ziarah menjadi pengingat bahwa manusia tidak hanya hidup untuk dunia, tetapi juga untuk kehidupan akhirat.
Nilai-nilai kesederhanaan, keikhlasan, dan pengabdian yang diwariskan para ulama menjadi inspirasi bagi generasi saat ini untuk terus berjalan di jalan kebaikan.
Dengan penuh harap, kegiatan ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga semangat meneladani ulama dan memperkuat iman dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. (Mustopa)




