INFOPOLISI.NET | KAB. BANDUNG – Pimpinan Pondok Pesantren Syifaaul Qulub, Ustadz Abdul Latif, kembali menggelar kegiatan keagamaan melalui Rutinan Arbain ke-22 yang diisi dengan tausyiah, dzikir dan sholawat bersama masyarakat.
Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman Bapak Ade, Jalan Pasir Manyar, Desa Sukamulya, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Para jamaah mengikuti rangkaian dzikir dan sholawat, kemudian dilanjutkan dengan tausyiah yang disampaikan Ustadz Abdul Latif.
Dalam tausyiahnya, Ustadz Abdul Latif mengajak masyarakat untuk terus memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, sholawat hendaknya tidak hanya dipandang sebagai bagian dari kegiatan berkumpul bersama, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus meneladani akhlak dan perjuangan beliau.

“Perbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad SAW dan jadikan ajaran beliau sebagai teladan dalam kehidupan. Mari kita terus menebarkan kebaikan kepada sesama,” pesan Ustadz Abdul Latif dalam tausyiahnya.
Menurutnya, menjaga hubungan baik dengan sesama merupakan bagian penting dari kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai keagamaan, kata dia, tidak cukup hanya dipahami secara pribadi, tetapi harus diwujudkan melalui sikap saling menghormati, membantu dan menjaga kerukunan di lingkungan masing-masing.
RUTINAN ARBAIN KE-22 SELAMA 41 MALAM
Rutinan Arbain ke-22 tersebut merupakan bagian dari kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara berkesinambungan selama 41 malam di wilayah Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung.
Dalam setiap pelaksanaannya, jamaah mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari dzikir, sholawat hingga tausyiah keagamaan.
Melalui kegiatan rutin tersebut, Ustadz Abdul Latif berupaya mengajak jamaah untuk meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
“Jangan hanya memperbanyak ibadah untuk diri sendiri, tetapi mari kita wujudkan nilai-nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat. Saling membantu, menjaga silaturahmi dan menebarkan kebaikan,” ujarnya.

Kegiatan Arbain tersebut sekaligus menjadi ruang silaturahmi antara ulama, tokoh agama dan masyarakat. Kehadiran jamaah dalam kegiatan rutin diharapkan dapat semakin memperkuat hubungan sosial serta membangun kebersamaan di tengah masyarakat.
AJAK MASYARAKAT JAGA KEUTUHAN NKRI
Selain menyampaikan pesan-pesan keagamaan, Ustadz Abdul Latif juga kembali mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurutnya, perbedaan yang terdapat di tengah masyarakat tidak semestinya menjadi sumber perpecahan. Justru keberagaman harus menjadi kekuatan untuk menciptakan kehidupan yang rukun, damai dan saling menghormati.
Pesan tersebut terutama ditujukan kepada generasi muda yang saat ini sangat dekat dengan perkembangan teknologi dan media sosial.
Ustadz Abdul Latif mengingatkan agar masyarakat lebih bijak dalam menerima informasi, melakukan pengecekan terhadap kebenaran informasi dan tidak sembarangan menyebarkan kabar yang belum jelas sumber maupun kebenarannya.

“Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar. Kita harus menjaga persatuan, kerukunan dan keutuhan NKRI. Perbedaan jangan dijadikan alasan untuk saling bermusuhan,” pesannya.
MEMPERKUAT UKHUWAH DAN SILATURAHMI
Pelaksanaan Rutinan Arbain ke-22 di kediaman Bapak Ade menjadi salah satu momentum untuk memperkuat ukhuwah dan silaturahmi masyarakat di wilayah Kutawaringin.
Melalui dzikir dan sholawat bersama, jamaah tidak hanya mendapatkan suasana spiritual, tetapi juga memperoleh pesan-pesan keagamaan yang berkaitan langsung dengan kehidupan sosial.
Ustadz Abdul Latif berharap kegiatan keagamaan yang dilakukan secara rutin tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendorong tumbuhnya semangat kebersamaan.
Ia juga berharap masyarakat terus memperbanyak amal kebaikan, menjaga hubungan antarsesama, meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW serta mempertahankan persatuan dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.
Dengan semangat tersebut, kegiatan Rutinan Arbain diharapkan tidak sekadar menjadi agenda keagamaan rutin, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter masyarakat yang religius, peduli terhadap sesama dan menjunjung tinggi persatuan. (Mustopa)




