INFOPOLISI.NET | BANDUNG – Upaya penyelundupan narkoba ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banceuy, Kota Bandung, berhasil digagalkan petugas pada Sabtu siang. (3/1/2026)
Seorang perempuan berinisial DP, yang diketahui tengah hamil besar, diamankan saat hendak membawa narkoba dan obat keras ke dalam lapas.
Dari hasil pemeriksaan petugas, ditemukan delapan paket narkoba jenis sabu serta puluhan butir obat keras yang disembunyikan di tubuh pelaku. Barang terlarang tersebut diduga akan diserahkan kepada seorang narapidana yang tengah menjalani masa pidana di Lapas Banceuy.

Detik-detik penggagalan penyelundupan ini terekam dalam video petugas. Dalam rekaman terlihat DP menjalani pemeriksaan secara manual dan teliti oleh petugas. Mengingat kondisi kehamilan pelaku, petugas tidak menggunakan alat X-ray maupun body scanner, melainkan melakukan pemeriksaan fisik dengan prosedur kehati-hatian.
Hasil pemeriksaan mengungkap bahwa narkoba tersebut disembunyikan di sekitar area payudara pelaku. Penyelundupan ini terungkap saat petugas melakukan pemeriksaan rutin terhadap pengunjung lapas, meskipun saat itu pelaku tidak menunjukkan gelagat mencurigakan.
Kepala Lapas Banceuy, Eris Ramdani, menjelaskan bahwa barang haram tersebut diketahui ditujukan kepada seorang warga binaan berinisial MS, narapidana kasus pencurian yang telah menjalani hukuman sekitar satu tahun delapan bulan.
“Dari keterangan sementara, pelaku mengaku hanya menerima titipan dari seseorang di luar lapas untuk diserahkan kepada warga binaan tersebut. Kami menduga pelaku dimanfaatkan karena kondisi kehamilannya,” ujar Eris.
Ia menegaskan, keberhasilan pengungkapan kasus ini tidak lepas dari ketelitian dan kesiapsiagaan petugas dalam menjalankan prosedur pengamanan. Hingga saat ini, baik pelaku maupun narapidana yang diduga sebagai penerima barang masih menjalani pemeriksaan lanjutan.
Kasus tersebut telah dikoordinasikan dengan Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung untuk pendalaman dan proses hukum lebih lanjut.
Pihak Lapas Banceuy menegaskan komitmennya untuk terus memperketat pengawasan serta pemeriksaan terhadap seluruh pengunjung, petugas, dan warga binaan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan guna menjaga lapas tetap bersih dari peredaran narkoba. (Iwan S / Mustopa)




