INFOPOLISI.NET | KAB. BANDUNG – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW terus digelar di berbagai tempat sebagai momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan masyarakat.
Kali ini, kegiatan tersebut dilaksanakan di kediaman Ustadz Jalal, Jalan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan diisi dengan dzikir, sholawat serta tausiah yang disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Syifaaul Qulub, Ustadz Abdul Latif.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Abdul Latif mengajak masyarakat untuk menjadikan peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi sebagai momentum untuk meneladani akhlak dan perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah SAW dapat diwujudkan dengan memperbanyak sholawat, menjaga hubungan baik antarsesama serta senantiasa menebarkan kebaikan di lingkungan masyarakat.
Ustadz Abdul Latif selama ini juga dikenal aktif memberikan ruang dan waktunya untuk bersama masyarakat. Kegiatan keagamaan tersebut menjadi salah satu sarana untuk mempererat silaturahmi sekaligus memberikan pemahaman keagamaan kepada jamaah.
Rutinan Arbain Selama 41 Malam
Di wilayah Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Ustadz Abdul Latif juga melaksanakan kegiatan Rutinan Arbain, yang dilakukan secara berkesinambungan selama 41 malam.
Dalam kegiatan tersebut, jamaah bersama-sama mengikuti rangkaian dzikir dan sholawat. Di sela-sela kegiatan, Ustadz Abdul Latif memberikan tausiah singkat yang berisi pesan-pesan keagamaan dan ajakan untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT serta mencintai Nabi Muhammad SAW.

Ia mengingatkan jamaah agar tidak hanya memperbanyak ibadah secara pribadi, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat.
“Perbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad SAW dan jadikan ajaran beliau sebagai teladan dalam kehidupan. Mari kita terus menebarkan kebaikan kepada sesama,” pesan Ustadz Abdul Latif dalam tausiah tersebut.
Pesan Menjaga Keutuhan NKRI
Selain menyampaikan pesan keagamaan, Ustadz Abdul Latif juga konsisten mengingatkan para pengikut dan masyarakat untuk menjaga persatuan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurutnya, perbedaan yang ada di tengah masyarakat tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling bermusuhan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan sosial yang rukun, damai dan saling menghormati.

Ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang dapat memecah belah persatuan.
Pesan tersebut dinilai relevan di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang memungkinkan berbagai informasi menyebar dengan cepat. Masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi.
Peringatan Maulid Nabi di kediaman Ustadz Jalal tersebut pun menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah, meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dan mempererat hubungan antara ulama, tokoh agama serta masyarakat.
Melalui kegiatan keagamaan yang dilakukan secara rutin, Ustadz Abdul Latif berharap masyarakat dapat terus menjaga semangat kebersamaan, memperbanyak amal kebaikan, serta menjadikan persatuan dan kerukunan sebagai bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. (Mustopa)




