INFOPOLISI.NET | BANDUNG – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong industri alas kaki asal Kota Bandung, Fortuna Shoes, untuk terus memperluas pasar ekspor ke berbagai negara.
Hal tersebut disampaikan Dyah saat mengunjungi pabrik Fortuna Shoes di Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (14/9/2026). Ia menilai produk sepatu yang dihasilkan perusahaan tersebut memiliki kualitas dan daya saing untuk menembus pasar internasional.
“Kami sangat-sangat bangga karena kualitas sepatunya juga sangat bagus, berdaya saing di pasar internasional,” kata Dyah.
Menurut Dyah, Fortuna Shoes saat ini telah memasarkan produknya ke sejumlah negara, di antaranya Jepang, Inggris, serta beberapa negara di kawasan Eropa.
Kementerian Perdagangan, kata dia, akan terus memberikan dukungan kepada industri lokal, khususnya sektor padat karya seperti industri alas kaki dan tekstil. Dukungan dilakukan melalui fasilitasi serta asistensi untuk memperluas akses pasar, baik di dalam negeri maupun mancanegara.
“Kami di Kementerian Perdagangan akan selalu membantu, memfasilitasi agar pasarnya itu juga aman. Para produsen ini bisa berjualan baik itu di dalam negeri maupun di luar negeri,” ujarnya.
Dyah juga menyebut pemerintah terus berkolaborasi dengan kementerian terkait, termasuk Kementerian Perindustrian, terutama dalam mendorong pemenuhan komponen Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Selain aspek ekspor dan perluasan pasar, pemerintah berharap keberadaan industri sepatu seperti Fortuna Shoes dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja dan pemberdayaan masyarakat.
Dyah mengapresiasi dampak sosial yang diberikan Fortuna Shoes. Lebih dari 60 persen pekerja di perusahaan tersebut merupakan perempuan. Bahkan, sebagian tenaga kerja telah mengabdi selama 20 hingga 30 tahun.
“Kami juga berharap dalam proses produksinya mampu menciptakan multiplier effect yang positif untuk masyarakat sekitar,” katanya.
Untuk menjaga daya saing industri dalam negeri, pemerintah juga menerapkan sejumlah kebijakan perlindungan, termasuk kebijakan antidumping guna mencegah masuknya produk impor yang berpotensi mengganggu industri nasional.
Lebih lanjut, Dyah menilai Fortuna Shoes memiliki peluang untuk memperluas jaringan pasar melalui keikutsertaan dalam Trade Expo Indonesia. Pameran tersebut akan mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli dari berbagai negara.
“Harapannya dengan keterlibatan Fortuna Shoes ini di dalam pameran tersebut, nanti bisa mendapatkan kesempatan untuk ekspansi pasar ke negara-negara lainnya di luar dari beberapa negara yang tadi saya sebut,” tutur Dyah.
Dengan kualitas produk, pengalaman produksi, serta dukungan pemerintah, industri alas kaki Bandung diharapkan semakin mampu memperkuat pasar domestik sekaligus meningkatkan penetrasi produk lokal ke pasar global..
( Suhardi Sinaga )




