INFOPOLISI.NET | TTS, NUSA TENGGARA TIMUR — Duka mendalam menyelimuti keluarga pasangan Yuliana Mone dan suaminya, Cean Oktovianus, warga RT 05 Dusun 01 Desa Toi, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Anak pertama mereka yang dinantikan lahir pada Selasa (3/9/2025) malam dalam kondisi tidak bernyawa.
Yuliana Mone, seorang ibu rumah tangga yang selama ini rutin memeriksakan kehamilannya ke posyandu dan rumah sakit, mulanya diperkirakan akan melahirkan pada 2 September 2025. Namun, tanda-tanda persalinan baru muncul keesokan harinya sekitar pukul 14.00 WITA.
Pihak keluarga segera menghubungi ambulans, dan pada pukul 15.00 WITA Yuliana dibawa menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Oinlasi. Ia ditemani kader desa Yorince Lenama, Ketua RT 05 Yohanis Tualaka bersama istri dan anaknya.
Sesampainya di UGD RSUD Oinlasi, kondisi Yuliana sempat stabil. Namun, sekitar pukul 22.00 WITA, air ketubannya pecah dan proses persalinan berlangsung sulit. Hingga dini hari, baru sekitar pukul 02.00 WITA, bayi laki-laki yang dikandungnya berhasil dilahirkan. Sayangnya, sang bayi sudah dalam kondisi kaku dan tidak bernapas. Upaya tim medis untuk memberikan bantuan oksigen (O₂) tidak berhasil menyelamatkannya.
Keesokan harinya, Kamis (4/9/2025), keluarga membawa pulang bayi tersebut ke Desa Toi untuk dimakamkan. Tangis haru dan doa mengiringi kepergian sang buah hati.
Meski dilanda kesedihan, keluarga besar Oktovianus dan Mone menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada tim medis RSUD Oinlasi, kader posyandu, serta pemerintah Desa Toi yang telah berupaya mendampingi Yuliana sepanjang masa kehamilan hingga proses persalinan.
“Kami percaya bahwa hidup dan mati adalah takdir Tuhan. Tuhan yang memberi, Tuhan juga yang mengambil. Kami hanya bisa berdoa agar bayi kami mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” ungkap pihak keluarga. (Aminadab)









