INFOPOLISI.NET I SUMBAWA – Seorang nelayan asal Desa Labuhan Mapin, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa, Laode Sanusi (67), dilaporkan hilang saat memancing di perairan Laut Alas. Hingga hari ketiga pencarian, belum ada kabar mengenai keberadaan Laode, dan keluarga serta tim pencarian terus berusaha menemukan nelayan senior tersebut.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan Junaidi, anak kandung Laode Sanusi, ayahnya berangkat memancing pada hari Rabu (19/3/2025) sore, sekitar pukul 16.00 WITA. Saat itu, cuaca di sekitar perairan Laut Alas masih terbilang baik, dan Laode pun memutuskan untuk memulai aktivitas memancing di laut. Keluarga awalnya tidak khawatir, mengingat Laode merupakan nelayan yang berpengalaman dan sering berpergian jauh untuk memancing, terkadang sampai dua atau tiga malam.
Namun, pada keesokan harinya, Kamis (20/3/2025), Junaidi mulai merasa cemas karena ayahnya belum juga kembali. Biasanya, Laode sudah pulang pada pagi hari sekitar pukul 09.00 WITA setelah memancing semalaman. “Kami mulai khawatir saat bapak tidak pulang esok paginya. Biasanya, jam 09.00 WITA beliau sudah kembali. Awalnya, kami mengira bapak menginap di Pulau Panjang seperti yang sering dilakukan,” ujar Junaidi.
Namun, kekhawatiran keluarga semakin meningkat setelah mereka mendengar informasi dari nelayan lain bahwa cuaca pada malam itu sangat buruk dan gelombang laut cukup besar. Mengingat cuaca yang memburuk, keluarga langsung melaporkan kejadian ini kepada perangkat desa setempat. Laporan tersebut kemudian diteruskan ke BPBD Kabupaten Sumbawa, Basarnas, serta pihak berwenang lainnya.
Upaya Pencarian
Setelah laporan diterima, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Sumbawa, Basarnas, Polairud (Polisi Perairan dan Udara), serta unsur TNI/Polri langsung melakukan pencarian dengan menyisir kawasan Laut Alas, baik melalui jalur laut maupun daratan di sekitar lokasi perairan tersebut. Pencarian dilakukan dengan menggunakan kapal dan peralatan penyelamatan, namun hingga berita ini dimuat, hasil pencarian masih nihil.
Salah satu kendala yang dihadapi tim pencarian adalah kondisi cuaca yang kurang mendukung. Gelombang tinggi dan angin kencang membuat penyisiran laut menjadi lebih sulit dan berisiko. Kendati demikian, tim pencarian tidak putus asa dan terus berusaha untuk menemukan Laode Sanusi.
“Kami berharap bapak segera ditemukan dalam keadaan selamat. Mohon doa dari semua pihak. Kami tidak tahu harus bagaimana lagi. Semua pihak yang terlibat sudah bekerja keras, semoga usaha ini membuahkan hasil,” ungkap Junaidi dengan suara penuh harap.
Imbauan untuk Nelayan dan Masyarakat
Pihak berwenang, termasuk BPBD Sumbawa dan Basarnas, menghimbau kepada masyarakat, terutama nelayan, untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum memutuskan untuk melaut. Cuaca ekstrem seperti angin kencang, gelombang tinggi, dan hujan lebat bisa muncul secara tiba-tiba, yang sangat berbahaya bagi keselamatan para nelayan.
Selain itu, pihak berwenang juga mengingatkan agar nelayan lebih waspada terhadap prakiraan cuaca dan selalu membawa alat komunikasi yang memadai serta memberitahukan keluarga atau pihak berwenang mengenai rencana perjalanan memancing. Dengan demikian, jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, pihak terkait dapat segera memberikan bantuan.
Harapan Keluarga dan Komunitas
Keluarga Laode Sanusi berharap agar ayah mereka segera ditemukan dan dapat kembali dengan selamat. Masyarakat sekitar turut memberikan dukungan dan doa agar tim pencarian dapat segera menemukan Laode, serta mengimbau semua pihak untuk terus berdoa demi keselamatan sang nelayan.
Pencarian akan terus dilanjutkan, dan semua pihak berharap agar Laode Sanusi segera ditemukan dalam keadaan yang baik. Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi nelayan dan masyarakat agar selalu berhati-hati dan lebih siap dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem di laut.(MDN)




