INFOPOLISI.NET | AMANAUTUN SELATAN, TTS — Suasana berbeda tampak di halaman Kantor Desa Nifuleo, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), pada Rabu (22/10/2025). Anak-anak dari berbagai sekolah dasar tampak antusias mengikuti kegiatan “Pasar Darurat” yang digelar oleh Yayasan PLAN Internasional Indonesia (PLAN Indonesia).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembelajaran mandiri dan pemenuhan hak anak yang diinisiasi PLAN Indonesia, sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada pemenuhan hak-hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan, khususnya di dua desa binaan: Desa Toi dan Desa Nifuleo.
Dalam kegiatan ini, setiap anak menerima kupon senilai Rp160.000 yang dapat digunakan untuk berbelanja berbagai kebutuhan sekolah seperti seragam, tas, buku tulis, maupun alat permainan edukatif. Uniknya, anak-anak diberi kebebasan untuk memilih dan menawar harga sendiri, sebagai bentuk pelatihan mental dan kemandirian sejak dini.

“Kami ingin anak-anak belajar mengenal nilai uang, membuat keputusan, serta mengasah kemampuan berinteraksi secara sosial,” ujar salah satu fasilitator dari PLAN Indonesia di sela kegiatan.
Salah satu peserta, Dede Nahason Mone, siswa kelas V SD Negeri Oekiu, mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya senang bisa beli seragam dan buku sendiri. Yayasan PLAN itu baik karena sering bantu kami, dari kasur, tempat air, sikat gigi, sampai alat tulis,” ungkap Dede sambil tersenyum.
Menurut Dede, bantuan yang diberikan PLAN Indonesia selama ini sangat membantu kebutuhan anak-anak di desanya. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim PLAN, termasuk para relawan di tingkat desa.
“Terima kasih untuk Yayasan PLAN Indonesia dan semua pengurusnya. Tuhan memberkati,” ujarnya.
Melalui program seperti ini, PLAN Indonesia berharap dapat terus mendorong tumbuhnya generasi anak-anak yang mandiri, percaya diri, dan sadar akan hak-haknya. (Aminadab)




