INFOPOLISI.NET | BEKASI – Warga RT 02/06 Kampung Kalenderwak Panjang, Desa Karangsari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, kini dilanda keresahan akibat serangan ribuan nyamuk di siang hari. Munculnya hama ini diduga kuat dipicu oleh tumpukan tanaman eceng gondok yang memenuhi area danau setempat.
Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga mulai mengancam kesehatan makhluk hidup. Kepala Desa Karangsari, Bao Umbara, mendesak instansi terkait untuk segera mengambil tindakan nyata di lapangan.
“Kami berharap hal seperti ini secepatnya ditindaklanjuti. Warga sudah mulai resah, bahkan beberapa warga dan hewan ternak dilaporkan mulai terjangkit penyakit akibat gigitan nyamuk,” ujar Bao Umbara.
Dampak buruk fenomena ini salah satunya dirasakan langsung oleh warga sekitar yang mengeluhkan hewan ternak mereka mati mendadak.

“Kambing saya dua ekor mati. Pas dicek, di bagian kelaminnya dipenuhi banyak nyamuk,” ungkap seorang warga setempat.
Respons Pemerintah Kecamatan
Menanggapi keluhan tersebut, Sekretaris Camat (Sekcam) Cikarang Timur, H. Aris Sadikin, menyatakan bahwa pihaknya bergerak cepat dengan menghubungi berbagai lini sektor kebersihan dan kesehatan.
“Saya sudah berkoordinasi langsung dengan pihak Puskesmas dan UPTD Kebersihan Wilayah 5. Saya juga menyarankan kepada Pak Lurah untuk berkoordinasi dengan bidan desa. Selain itu, saya akan mengirimkan surat resmi ke pihak-pihak terkait,” kata Aris Sadikin saat dihubungi via telepon, Sabtu (16/5/2026).

Puskesmas Lakukan Penyelidikan Epidemiologi
Di sisi lain, Kepala Puskesmas (Kapuskes) Lemah Abang menegaskan akan segera menerjunkan tim ke lokasi guna mencari sumber utama masalah agar penanganan yang dilakukan bisa tepat sasaran.
“Terima kasih informasinya. Kami akan tindak lanjuti dengan PE (Penyelidikan Epidemiologi) untuk mencari akar masalah dan menentukan langkah selanjutnya,” jelas Kapuskes Lemah Abang.
Pihak puskesmas juga menerangkan bahwa proses fogging (pengasapan) tidak bisa dilakukan sembarangan dan harus menunggu hasil kajian tim medis di lapangan.
“Saya sudah koordinasi dengan tim Surveillance. Hari ini mereka sedang melakukan penyuluhan di tempat lain. Untuk ke Desa Karangsari, dijadwalkan hari Senin mendatang dan kami akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat. Tindakan fogging baru ditentukan setelah hasil PE keluar, karena semua ada petunjuk teknisnya,” pungkasnya.
Warga kini berharap rencana peninjauan nanti dapat memberikan solusi cepat, termasuk pembersihan eceng gondok di danau yang diduga menjadi sarang berkembangbiaknya nyamuk.(DG)




