INFOPOLISI.NET | BANDUNG – Sejak berdiri tahun 1983 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Inayah yang berada di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Al-Inayah Kota Bandung terus menunjukkan kiprah gemilang di dunia pendidikan. Berawal dari tradisi salafiyah, kini lembaga pendidikan ini telah berkembang pesat dengan unit TK, MI, MTs, hingga MA, menjadikannya salah satu sekolah berbasis Islam modern yang konsisten mencetak generasi unggul.

Dengan visi “Bertabur Prestasi, Taqwa, Beriman, dan Religius”, MI Al-Inayah menanamkan nilai-nilai akhlak mulia, penguasaan ilmu keagamaan, sekaligus keterampilan digital.
“Selain unggul dalam bidang agama, kami juga beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk digitalisasi,” ujar Kepala Sekolah MI Al-Inayah, Sari Nurhayati, S.Pd., M.M.Pd., yang mulai bertugas di tahun 2017 hingga saat ini, saat diwawancara kepada awak media, Kamis 28 Agustus 2025 di ruang kerjanya.

PENDIDIKAN BERIMBANG: AGAMA, UMUM, DAN DIGITAL
MI Al-Inayah mengintegrasikan kurikulum dari Dinas Pendidikan serta Kementerian Agama RI, sehingga siswa tidak hanya kuat dalam akademik tetapi juga kaya pengalaman spiritual.
Adapun program unggulan MI Al-Inayah meliputi Tahfiz Qur’an, tadarus, pembiasaan fikih, coding, hingga robotic. Bahkan, sejak tiga tahun terakhir, coding sudah menjadi salah satu bidang pembelajaran wajib yang mengantarkan MI Al-Inayah berhasil meraih juara nasional hingga tiga kali.

“Ketika Menteri Pendidikan menyerukan pentingnya digitalisasi, kami sudah lebih dulu melangkah. Alhamdulillah, hasilnya nyata dengan berbagai penghargaan tingkat nasional,” ungkap Sari dengan penuh bangga.

EKSTRAKURIKULER KAYA PRESTASI
Untuk diketahui, Madrasah ini juga dikenal dengan beragam ekstrakurikulernya, mulai dari robotic, olahraga (renang, futsal, wushu, pencak silat Tajimalela), seni (marawis, kaligrafi, seni rupa), hingga English Club bersama native speaker.
Bahkan, MI Al-Inayah menjadi salah satu sekolah dasar di Bandung yang menghadirkan olahraga bisbol bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Berbagai ajang internasional pun pernah diikuti siswa Al-Inayah, antara lain karate, pencak silat, wushu, hingga bisbol. Sementara di tingkat nasional, siswa berprestasi di bidang robotic, coding, dan wushu.
“Selama delapan tahun berdiri, Al-Inayah sudah menorehkan sekitar 300 prestasi,” ungkap Sari.
MEMBUKA JALAN BEASISWA
Tak hanya mengejar prestasi akademik, MI Al-Inayah juga memberi perhatian pada jalur non-akademik. Siswa kelas 6 yang menonjol di bidang olahraga, seni, maupun digitalisasi banyak yang diterima di jenjang berikutnya melalui jalur prestasi, bahkan mendapat beasiswa penuh di MTs Al-Inayah.

“Anak-anak yang mungkin nilai akademiknya biasa saja, bisa tetap berprestasi lewat jalur lain. Banyak yang mendapat beasiswa, sehingga orang tua tidak terbebani biaya,” jelas Sari.
SELALU TERDEPAN DENGAN INOVASI
Sementara itu, Ketua Yayasan Al-Inayah, H. Abdurahman, menegaskan bahwa lembaga pendidikan tersebut berdiri dengan semangat inovasi dan adaptasi.

“Pesantren lahir dari tradisi sejak tahun 1960-an, lalu berkembang dengan lembaga formal MI, MTs, MA, hingga TK. Kami ingin anak-anak tidak hanya dibekali agama, tetapi juga siap menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Abdurahman pun menutup dengan semangat penuh motivasi: “Moto kami adalah “INOVASI TIADA HENTI”. Dan kini, seperti Yamaha, kami ingin terus “SELALU TERDEPAN,” ucapnya mengakhiri. (Mustopa)




