INFOPOLISI,NET | YOGYAKARTA – M Rahman Aria Pratama terpilih sebagai Ketua organisasi Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa (IKPM) OKI Yogyakarta.
Secara aklamasi, Organisasi ini menjadi wadah resmi yang menghimpun pelajar dan mahasiswa Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan yang beranggotakan lebih kurang 500 orang, tersebar di berbagai kampus ternama seperti UGM, UNY, UIN Sunan Kalijaga, UII, UAD, dan perguruan tinggi lainnya.
Hal ini dikatakan
Andre Dwi Prasaja, Demisioner ketua asrama kaboki saat musyawarah anggota di asrama Kaboki

Lebih lanjut Andre mengatakan Musyawarah Anggota IKPM OKI
Tonggak penting lainnya terjadi pada tanggal 30–31 Agustus 2025, ketika dilaksanakan Musyawarah Anggota IKPM Kabupaten OKI dengan tema :
“Meneguhkan Persatuan, Menguatkan Perjuangan”
Tema ini diimplementasikan melalui semangat persatuan mahasiswa rantau Bumi Bende Seguguk di Bumi Mataram, yang selama ini menjadi dasar kebersamaan di tanah perantauan.
Adapun hasil dari musyawarah anggota tersebut adalah pemilihan ketua baru periode 2025–2026 IKPM Komisariat Bende Seguguk, yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi.
Dari proses demokratis tersebut, secara aklamasi M. Rahman Aria Pratama terpilih sebagai nahkoda baru IKPM Komisariat Bende Seguguk, yang sebelumnya menjabat sebagai Bendahara Umum.
Dalam kesempatan ini Ketua terpilih M. Rahman Aria Pratama mengatakan di tengah keberagaman latar belakang akademik, semangat kekeluargaan dan kedaerahan tetap menjadi perekat utama.
Namun, dalam beberapa waktu terakhir, muncul kebutuhan besar untuk menghubungkan kembali ikatan antara mahasiswa dan pemerintah daerah.
Sebagai wujud nyata keinginan itu, pada bulan Maret 2025, tiga mahasiswa yang merupakan representasi Asrama KABOKI yaitu Andre Dwi Prasaja, Ketua Asrama KABOKI, M. Rahman Aria Pratama, Bendahara Umum Asrama dan Iskandar, anggota bidang Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM) melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten OKI, yang diterima oleh Staf Ahli Bupati OKI Aris Panani, S.P, M.Si,
Audiensi tersebut bertujuan untuk menyampaikan beberapa hal strategis, termasuk rencana pengukuhan pengurus baru IKPM OKI bulan Oktober 2025 mendatang.
M. Rahman menyampaikan harapan agar Pemerintah Kabupaten OKI kembali terkoneksi dengan mahasiswa perantauan yang ada di Yogyakarta.
M. Rahman Aria menambahkan dengan kepengurusan yang baru mengharapkan kepada pemerintah Kabupate OKI, dapat meninjau kondisi Asrama KABOKI yang ada di Yogyakarta, mengingat, pentingnya perhatian pada renovasi Asrama KABOKI yang di tempati mahasiswa saat ini, merupakan aset berharga dan simbol kebersamaan mahasiswa OKI di Yogyakarta.
Selain itu, juga berharap Bupati OKI, Bapak Muchendi Mahzareki berkenan hadir mengukuhkan serta melantik pengurus baru IKPM Komisariat Bende Seguguk, sehingga ke depan organisasi ini dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah demi kemajuan bersama.
Selain itu juga M. Rahman mengatakan Kritik Membangun, dalam semangat cinta daerah dan komitmen membangun, para mahasiswa menyampaikan beberapa catatan kritis yang membangun :
1. Kurangnya Perhatian Terhadap Fasilitas Pendidikan di Luar Daerah Pemerintah Kabupaten OKI perlu menyadari bahwa investasi pada mahasiswa di perantauan adalah investasi jangka panjang. Dukungan tidak hanya bersifat material, tetapi juga simbolik seperti kehadiran dalam kegiatan strategis mahasiswa.
2. Minimnya Pendataan dan Komunikasi Formal Belum adanya basis data resmi dan komunikasi berkala antara pemerintah daerah dan mahasiswa OKI di luar daerah membuat koordinasi tidak optimal. Disarankan adanya pembentukan tim atau desk khusus mahasiswa perantauan di bawah Dinas Pendidikan atau Kesra.
3. Kebutuhan Renovasi Asrama Kondisi asrama yang sudah melewati hampir satu dekade tanpa pembaruan menimbulkan kekhawatiran akan kelayakan dan kenyamanan hunian. Pemerintah perlu mempertimbangkan alokasi dana APBD atau CSR untuk revitalisasi asrama mahasiswa OKI di Yogyakarta.
4. Kurangnya Ruang Dialog Strategis Diperlukan forum tahunan atau triwulanan antara mahasiswa perantauan dan Pemda OKI untuk membahas pengembangan sumber daya manusia OKI secara menyeluruh. Ini akan menjadi jembatan antara perencanaan daerah dan realitas dunia akademik.
Mengakhiri pembicaraan M.Rahman mengatakan
Mahasiswa OKI di Yogyakarta, sebagai bagian dari anak bangsa, bukan hanya membawa nama daerah, tetapi juga mengemban tanggung jawab moral untuk kembali membangun tanah kelahiran mereka kelak.
Dalam semangat “Bende Seguguk”, mereka berharap pemerintah daerah hadir bukan hanya sebagai pelindung administratif, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pembangunan manusia OKI.
Saatnya membangun sinergi.
Saatnya Bupati OKI hadir di jantung Kota Pelajar. (Kadim/rils ikpm oki)




