Lompat ke konten utama

Info Polisi

info polisi
  • Home
  • Kabar POLRI
  • Info Kamtibmas
  • Pemerintahan
  • Info Kriminalitas
  • Peristiwa
  • Kabar Parlemen
  • Kabar TNI
  • Info Wisata
  • Sosial Budaya
  • Berita Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Info Sport
  • Polhukam
  • Home
  • Kabar POLRI
  • Info Kamtibmas
  • Pemerintahan
  • Info Kriminalitas
  • Peristiwa
  • Kabar Parlemen
  • Kabar TNI
  • Info Wisata
  • Sosial Budaya
  • Berita Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Info Sport
  • Polhukam

“Korupsi Harus Diberantas, Tetapi Hukuman Mati Bukan Satu-Satunya Jawaban”

mustopa salim by mustopa salim
September 4, 2026
in Utama
0
“Korupsi Harus Diberantas, Tetapi Hukuman Mati Bukan Satu-Satunya Jawaban”

Oleh: Hajan Tomagola
Advokat dan Pemimpin Umum Media Info Polisi.

 

INFOPOLISI.NET | Wacana penerapan hukuman mati terhadap pelaku tindak pidana korupsi kembali menjadi perdebatan publik. Sebagai bagian dari upaya pemberantasan korupsi, hukuman yang berat tentu dapat dipahami sebagai bentuk ketegasan Negara. Namun, secara pribadi saat ini saya menolak apabila hukuman mati dijadikan solusi utama dalam pemberantasan korupsi.

Penolakan tersebut bukan berarti memberikan toleransi terhadap korupsi. Sebaliknya, korupsi merupakan kejahatan serius yang merusak keuangan Negara, menggerus kepercayaan publik, memperlebar kesenjangan sosial, serta dapat merusak sendi-sendi demokrasi dan pemerintahan.

Persoalannya adalah kualitas sistem politik hukum dan penegakan hukum di Indonesia. Bahwa Hukuman yang paling berat sekalipun tidak akan menyelesaikan persoalan apabila sistem yang menghasilkan, mengawasi, dan menegakkan hukum masih memiliki ruang terhadap intervensi kepentingan politik, kekuasaan, ekonomi, maupun oligarki. Dalam kondisi demikian, pertanyaan yang lebih fundamental bukan hanya seberapa berat hukuman bagi koruptor, tetapi seberapa independen dan adil sistem yang menentukan seseorang bersalah dan layak menerima hukuman tersebut.

Prinsip Negara hukum menempatkan hukum sebagai instrumen keadilan, bukan sekadar instrumen pembalasan. Oleh karena itu, pemberantasan korupsi harus diarahkan pada penguatan kepastian hukum, independensi aparat penegak hukum, transparansi kekuasaan, akuntabilitas politik, serta konsistensi penerapan hukum tanpa diskriminasi. Jangan sampai hukum terlihat sangat keras terhadap satu kelompok, tetapi lunak terhadap kelompok lain yang memiliki akses terhadap kekuasaan dan sumber daya.

Menurut saya, strategi yang lebih fundamental adalah memiskinkan koruptor melalui perampasan dan pemulihan aset hasil tindak pidana, memperkuat mekanisme asset recovery, memperketat pengawasan terhadap pejabat publik, membangun transparansi pembiayaan politik, serta memastikan bahwa seluruh proses penegakan hukum berjalan independen dan dapat diawasi publik.

Dengan demikian, ukuran keberhasilan pemberantasan korupsi bukan semata-mata berapa banyak orang yang dipenjara atau dihukum berat, tetapi seberapa besar Negara mampu mencegah korupsi, mengembalikan kerugian Negara, memutus jaringan kekuasaan yang melindungi koruptor, dan memastikan hukum berlaku sama bagi semua orang.

Pada akhirnya, korupsi harus dilawan dengan hukum yang tegas, tetapi ketegasan hukum harus berjalan beriringan dengan keadilan. Sebab, apabila sistem politik dan hukum belum sepenuhnya terbebas dari konflik kepentingan, maka memberikan kewenangan untuk menjatuhkan hukuman yang bersifat irreversible seperti hukuman mati membutuhkan kehati-hatian yang jauh lebih tinggi.

Kita membutuhkan hukum yang kuat, bukan hukum yang sekadar keras. Kita membutuhkan penegakan hukum yang berani, tetapi juga independen. Dan yang paling penting, kita membutuhkan sistem yang memastikan bahwa hukum tidak pernah menjadi alat kekuasaan. (Redaksi)

Previous Post

Perkuat Sinergitas Media dan Pesantren, INFOPOLISI.NET Sambangi Ponpes Al-Turmudzi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kecamatan Babakan Ciparay

Oman Rohman Dilantik Sebagai Ketua RW 07 Sukahaji, Lurah Tekankan Peran Strategis RW Hadapi Tantangan Sosial

Kepala KUA Kecamatan Andir Kota Bandung

Ketua Umum SPAI

“Korupsi Harus Diberantas, Tetapi Hukuman Mati Bukan Satu-Satunya Jawaban”

Perkuat Sinergitas Media dan Pesantren, INFOPOLISI.NET Sambangi Ponpes Al-Turmudzi

Ngaku Wartawan, Dua Pria Diamankan Polisi Usai Diduga Ancam Pemilik Warung Kopi di Baleendah

Rutinan Arbain ke-22 di Kutawaringin, Ustadz Abdul Latif Ajak Jamaah Perbanyak Sholawat dan Jaga Persatuan

GABUNGAN ORGANISASI BURUH KABUPATEN TASIKMALAYA DUKUNG SINERGI DENGAN POLDA JABAR, AJAK JAGA RAWAT JAWA BARAT

Polisi Tangkap 91 Pengedar Sabu – Sabu hingga Ganja, Barang Bukti Capai Rp4 Miliar

  TRENDING
“Korupsi Harus Diberantas, Tetapi Hukuman Mati Bukan Satu-Satunya Jawaban” September 4, 2026
Perkuat Sinergitas Media dan Pesantren, INFOPOLISI.NET Sambangi Ponpes Al-Turmudzi September 3, 2026
Ngaku Wartawan, Dua Pria Diamankan Polisi Usai Diduga Ancam Pemilik Warung Kopi di Baleendah September 3, 2026
Rutinan Arbain ke-22 di Kutawaringin, Ustadz Abdul Latif Ajak Jamaah Perbanyak Sholawat dan Jaga Persatuan September 3, 2026
GABUNGAN ORGANISASI BURUH KABUPATEN TASIKMALAYA DUKUNG SINERGI DENGAN POLDA JABAR, AJAK JAGA RAWAT JAWA BARAT September 3, 2026
Next
Prev

Ikuti Kami Di :

Menu
  • Home
  • Redaksi
  • Utama
  • Sorotan
  • Populer
Copyright © 2022 Info Polisi | Alright Reserved
No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.