INFOPOLISI.NET | BANDUNG – Kober dan TK Al-Anshori menggelar kegiatan pelepasan siswa sekaligus pentas seni bertema “Nusantara” di halaman sekolah yang berlokasi di Jalan Pagarsih Barat IV RT 04 RW 07, Kelurahan Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan menampilkan berbagai pertunjukan seni dari para peserta didik yang mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Tema “Nusantara” dipilih sebagai upaya memperkenalkan keberagaman budaya bangsa sejak usia dini.
Kepala Kober dan TK Al-Anshori, Komaliati Yiuliah, S.H.I., mengatakan bahwa kegiatan pelepasan dan pentas seni ini merupakan bagian dari penutupan tahun ajaran 2025-2026. Pada tahun ini, sebanyak 40 peserta didik mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari 10 anak kelompok Kober dan 30 anak tingkat TK.
“Alhamdulillah, hari ini kami melaksanakan kegiatan pelepasan dan pentas seni Kober dan TK Al-Anshori tahun ajaran 2025-2026.
Jumlah peserta didik yang mengikuti sebanyak 40 anak, terdiri dari 10 anak Kober untuk usia 3 sampai 4 tahun dan 30 anak TK usia 4 sampai 7 tahun,” ujar Komaliati.
Ia menjelaskan, Kober dan TK Al-Anshori telah berdiri sejak tahun 2021 dan hingga kini terus berkomitmen memberikan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai-nilai keagamaan.

Menurutnya, tema “Nusantara” sengaja diangkat agar anak-anak dapat mengenal kekayaan budaya Indonesia yang beragam, mulai dari kesenian hingga pakaian adat dari berbagai daerah.
“Melalui tema Nusantara ini, kami ingin anak-anak mengenal berbagai budaya yang ada di Indonesia. Mereka diperkenalkan dengan beragam seni dan pakaian adat sehingga sejak dini sudah memiliki rasa cinta terhadap bangsa dan budayanya,” katanya.
Selain pembelajaran akademik, lanjut Komaliati, Kober dan TK Al-Anshori juga memberikan pendidikan berbasis keislaman dengan membiasakan anak-anak menghafal Al-Qur’an dan surat-surat pendek.

“Kami tidak hanya mengedepankan akademik semata, tetapi juga memberikan nilai tambah berupa pendidikan agama.
Anak-anak dibimbing untuk mengenal dan menghafal Al-Qur’an serta surat-surat pendek sehingga terbentuk keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan nilai spiritual,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pendidikan usia dini juga sangat penting dalam membentuk kecerdasan emosional dan kemampuan bersosialisasi anak.
Melalui berbagai aktivitas di sekolah, para siswa diajarkan untuk berinteraksi, bekerja sama, serta mengelola emosi dengan baik bersama teman-teman seusianya.
Pada momentum pelepasan siswa tersebut, Komaliati berpesan agar para peserta didik yang akan melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya dapat tumbuh menjadi anak-anak yang mandiri, percaya diri dan berani tampil di depan umum.

“Saya berharap anak-anak dapat menjadi pribadi yang lebih mandiri dan memiliki mental yang kuat. Dengan kegiatan seperti pentas seni ini, mereka dilatih untuk berani tampil di depan umum dan berani mengungkapkan apa yang mereka inginkan. Mudah-mudahan mereka menjadi generasi yang cerdas, berakhlak baik dan membanggakan orang tua serta bangsa,” pungkasnya.
Suasana pelepasan dan pentas seni berlangsung penuh kebahagiaan dan antusiasme. Para orang tua yang hadir tampak bangga menyaksikan penampilan putra-putri mereka yang menampilkan berbagai tarian dan kreativitas dengan nuansa budaya Nusantara sebagai wujud kecintaan terhadap keberagaman Indonesia. (Mustopa)



