INFOPOLISI.NET | CIREBON – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) menggelar Panen Raya Serentak di seluruh Indonesia, Kamis (15/1/2026). Kegiatan ini dipusatkan di Lapas Kelas I Cirebon dan dipimpin langsung Menteri Imipas Agus Andrianto sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan.
Menteri Agus tiba di lokasi sekitar pukul 09.48 WIB, didampingi Inspektur Jenderal Kemenimipas Yan Sultra, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi, serta Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi. Panen Raya Serentak ini melibatkan seluruh unit pelaksana teknis pemasyarakatan dengan hasil yang mencakup sektor pertanian, perkebunan, peternakan, hingga perikanan.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian integral dari pembinaan warga binaan, sekaligus kontribusi nyata pemasyarakatan dalam mendukung agenda ketahanan pangan nasional.
“Panen Raya Serentak adalah bentuk pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus peran aktif pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Mashudi.
Pada periode Januari 2026, sektor pertanian dan perkebunan menghasilkan total 99.930 kilogram, meliputi padi, jagung, hortikultura, singkong, kelapa, serta komoditas perkebunan lainnya. Dari sektor peternakan, tercatat produksi 4.019 kilogram yang berasal dari ayam pedaging, ayam petelur, ayam kampung, bebek, kambing, dan domba. Sementara sektor perikanan menyumbang 19.608 kilogram ikan lele, nila, patin, gurame, mujair, serta udang vaname.
Dengan demikian, total hasil Panen Raya Serentak Kemenimipas di seluruh Indonesia mencapai 123.557 kilogram. Seluruh hasil tersebut berasal dari kegiatan pembinaan kemandirian yang dijalankan warga binaan di berbagai lapas dan rutan.
Di Lapas Kelas I Cirebon, panen dilakukan terhadap padi dan ikan nila. Dari lahan seluas 13.740 meter persegi, dipanen 7.000 kilogram padi varietas Inpari 32. Selain itu, panen ikan nila mencapai satu ton dari kolam seluas 637 meter persegi.
Program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan melibatkan ribuan warga binaan. Hingga 29 Desember 2025, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mencatat sebanyak 12.146 warga binaan telah terlibat aktif sejak program ini dicanangkan. Total lahan yang digarap mencapai 4.424.101 meter persegi, dengan premi yang diterima warga binaan sebesar Rp 905.284.228.
Melalui program ini, Kemenimipas menargetkan terbentuknya bekal keterampilan dan kemandirian bagi warga binaan, sekaligus mendukung visi swasembada pangan nasional yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Selain ketahanan pangan, Menteri Agus juga mendorong optimalisasi pelatihan kerja dan pengembangan UMKM di dalam lapas. Ia menekankan bahwa seluruh fasilitas pelatihan harus dikelola secara produktif dan berdampak ekonomi.
“Kami ingin pembinaan warga binaan berjalan seiring dengan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional. Pelatihan dan pemberdayaan harus memberi manfaat yang konkret,” ujar Menteri Agus dalam keterangan sebelumnya. (Red/Ccp)




