INFOPOLISI.NET | BANDUNG — Menyikapi pemberitaan dugaan kekerasan yang terjadi di SDN 060 Raya Barat, pihak sekolah menegaskan komitmennya untuk menjaga kenyamanan dan keamanan seluruh peserta didik serta menyelesaikan setiap persoalan secara bijak dan edukatif.
Kepala SDN 060 Raya Barat, Hj. Yuyun Yuningsih, S.Pd.,M.M.Pd., menegaskan bahwa pihak sekolah langsung merespons laporan dari orang tua siswa dan memfasilitasi pertemuan antara wali murid dan wali kelas guna mencari solusi terbaik.
“Sebagai kepala sekolah, saya harus responsif agar persoalan seperti ini tidak berlarut-larut, terlebih yang menyangkut kenyamanan dan keamanan anak-anak di lingkungan sekolah,” ujar Hj. Yuyun kepada awak media, Selasa 27 Januari 2026.
Ia menjelaskan bahwa pada awalnya tindakan guru yang dipersoalkan kemungkinan dilakukan dengan niat baik dalam rangka mendisiplinkan siswa. Namun demikian, ia menyadari bahwa setiap tindakan dapat dipersepsikan berbeda oleh orang tua.

“Persepsi setiap orang tentu berbeda. Apa pun yang disampaikan orang tua kepada kami pihak sekolah, kami hargai dan kami tindak lanjuti secara serius,” katanya.
Menurutnya, langkah utama yang diambil pihak sekolah adalah menjembatani komunikasi antara orang tua siswa dan wali kelas melalui musyawarah. Dalam pertemuan tersebut, masing-masing pihak menyampaikan pandangan, kendala, serta melakukan evaluasi bersama terhadap kesalahan yang terjadi agar tidak terulang.
“Sekolah harus hadir memberikan solusi. Kesalahan yang ada menjadi bahan evaluasi bersama demi perbaikan ke depan,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, pihak sekolah berencana melakukan pembenahan aturan internal, khususnya terkait tata tertib kelas serta mekanisme penanganan siswa yang mengalami kesulitan belajar atau mengganggu proses pembelajaran.
“Kami akan memperjelas peraturan dan batasan tindakan yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh guru dalam mendisiplinkan siswa. Sanksi harus bersifat edukatif, bukan menimbulkan dampak negatif,” ungkapnya.

Ia menambahkan, aturan tersebut ke depan akan menjadi pedoman bagi seluruh tenaga pendidik agar proses belajar mengajar berjalan aman, nyaman, dan kondusif.
Hj. Yuyun juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua siswa yang telah hadir dan bersedia menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.
“Alhamdulillah, permasalahan ini dapat diselesaikan dengan baik dan telah ditemukan benang merahnya. Kami berharap kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya komunikasi terbuka antara orang tua siswa dan pihak sekolah. Menurutnya, setiap masukan dari orang tua merupakan bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
“Bagi kami, kejadian ini menjadi pembelajaran positif untuk terus mengevaluasi cara mendidik. Dukungan dan saran dari orang tua murid sangat kami butuhkan agar kami bisa menjadi tenaga pendidik yang lebih baik ke depannya,” tambahnya.
Sementara itu, Boni Iskandar, S.H., selaku orang tua siswa yang anaknya terlibat dalam insiden tersebut, menyampaikan apresiasi atas langkah cepat dan terbuka yang dilakukan pihak sekolah. Hal itu disampaikannya usai pertemuan bersama pihak SDN 060 Raya Barat.
Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada Kepala Sekolah, PPID dan Wali Kelas karena permasalahan dapat diselesaikan secara musyawarah dan kekeluargaan.
“Memang sebelumnya kami menilai tindakan tersebut sebagai bentuk sanksi yang tidak etis, meskipun mungkin dimaksudkan untuk mendisiplinkan. Namun melalui dialog, kami bisa saling memahami,” ujarnya.

Menurut Boni, pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan penting, salah satunya komitmen sekolah untuk menata kembali sistem tata tertib serta mekanisme pemberian sanksi yang lebih mendidik.
“Pihak sekolah berkomitmen memperbaiki tata tertib tenaga pengajar, baik dalam mengajar maupun dalam memberikan sanksi disiplin kepada siswa, dengan tujuan menggali potensi anak agar bisa berkembang dan berprestasi,” jelasnya.
Ia menilai kesepakatan tersebut sebagai langkah positif demi kepentingan siswa dan kemajuan sekolah.
“Saya berharap SDN 060 Raya Barat terus maju dan berprestasi, sehingga para siswanya bangga menjadi bagian dari sekolah ini,” ungkapnya.
Boni juga berharap proses pembelajaran ke depan semakin berorientasi pada pengembangan potensi siswa.
“Pendidikan di sini harus menjadi bekal masa depan anak-anak, bahkan kalau bisa hingga berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya. (Mustopa)




