INFOPOLISI.NET | BANDUNG – Menjelang berakhirnya tahun 2025, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kecamatan Babakan Ciparay menggelar pertemuan akhir tahun bersama seluruh jajaran pengurus. Kegiatan tersebut berlangsung di Imah Djoglo, Jalan Sumber Endah Nomor 31, Kelurahan Babakan Ciparay, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, pada Selasa (30/12/2025).
Pertemuan ini menjadi bagian dari agenda rutin organisasi sebagai sarana silaturahmi sekaligus forum evaluasi kinerja sepanjang tahun 2025. Selain itu, pertemuan tersebut juga difokuskan untuk merumuskan dan mempersiapkan agenda kerja FPK di tahun 2026 agar lebih terarah, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Suasana pertemuan berlangsung khidmat dan penuh makna. Para pengurus secara bergantian menyampaikan laporan, masukan, serta pandangan terkait berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan selama tahun berjalan. Diskusi berlangsung terbuka dan konstruktif, mencerminkan semangat kebersamaan serta komitmen FPK dalam menjaga nilai-nilai persatuan, toleransi, dan pembauran kebangsaan di wilayah Babakan Ciparay.
Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kecamatan Babakan Ciparay, Agus Permana Soenoe, dalam keterangannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus yang telah menjalankan tugas dan fungsi masing-masing dengan penuh tanggung jawab.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran pengurus FPK yang selama tahun 2025 ini telah berkontribusi aktif sesuai bidangnya. Pertemuan akhir tahun ini kami jadikan sebagai momentum kebersamaan sekaligus refleksi untuk memperkuat peran FPK ke depan,” ujar Agus Permana.
Menurutnya, evaluasi menjadi bagian penting agar setiap program yang telah berjalan dapat dinilai efektivitas dan dampaknya bagi masyarakat. Dengan evaluasi tersebut, FPK diharapkan mampu menyusun langkah-langkah strategis yang lebih relevan dengan kebutuhan sosial di wilayah Babakan Ciparay.
Lebih lanjut, Agus Permana mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 mendatang, FPK Babakan Ciparay akan memfokuskan perhatian pada program unggulan yang bersifat inovatif dan berkelanjutan, yakni Program MOTAH (Mesin Olah runTAH).
“Program MOTAH ini merupakan inovasi mesin pembakar sampah atau insinerator yang mampu memusnahkan sampah dengan suhu sangat tinggi tanpa bahan bakar tambahan. Hasil pengolahannya dapat berupa bahan bakar alternatif (Refuse Derived Fuel/RDF) atau abu bata. Program ini diharapkan menjadi salah satu solusi efektif dalam pengelolaan sampah,” jelasnya.
Program MOTAH ini tidak hanya berorientasi pada aspek lingkungan, tetapi juga mengedepankan nilai kolaborasi dan pembauran kebangsaan. FPK Babakan Ciparay berencana menggandeng berbagai pihak, termasuk Perumahan Dian Permai, Perumahan Holis Regency, Paguyuban Pedagang Sumber Sari, Paguyuban Perumahan Sumber Sari, serta menjalin koordinasi lintas agama.
“Kami juga akan berkolaborasi dengan lintas agama, seperti Masjid Al- Amanah, Gereja, Sekolah, serta melibatkan warga masyarakat di wilayah Kelurahan Babakan, khususnya RW 09,” terang Agus Permana.
Ia menambahkan, keterlibatan berbagai unsur masyarakat tersebut diharapkan dapat memperkuat rasa memiliki terhadap program, sekaligus menjadi wujud nyata pembauran kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pertemuan akhir tahun ini, FPK Kecamatan Babakan Ciparay menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif sebagai wadah pemersatu masyarakat yang majemuk. Dengan mengedepankan dialog, kolaborasi, dan inovasi, FPK optimistis dapat memberikan kontribusi positif dalam menjaga harmoni sosial serta mendukung pembangunan lingkungan yang berkelanjutan di Kota Bandung.
Sebagai organisasi yang berlandaskan semangat kebangsaan, FPK berupaya menjalankan setiap kegiatannya secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan nilai-nilai demokrasi.(Mustopa)




