INFOPOLISINET I LOMBOK TIMUR – 13 September 2025 — Menteri Transmigrasi RI, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, tiba di Lombok Timur dengan membawa sebuah visi baru yang disebut “Emas Baru.” Visi ini diharapkan mampu mengubah wajah kawasan transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi modern dan berkelanjutan. Namun di balik harapan itu, sejumlah masalah lama masih menjadi kendala nyata.
Dalam kunjungannya ke Desa Puncak Jeringo, Kecamatan Suwela, Iftitah menegaskan bahwa konsep “Emas Baru” bukan hanya soal perpindahan penduduk, melainkan penguatan ekonomi berbasis teknologi dan potensi wisata alam yang besar di wilayah tersebut. “Kami ingin masyarakat di sini tidak hanya bertahan hidup, tetapi mampu meraih penghasilan dari ekonomi digital dan mengembangkan potensi wisata yang selama ini belum tergarap maksimal,” katanya.
Meski semangat optimisme tinggi, kondisi infrastruktur dasar seperti jalan, fasilitas sanitasi sekolah, dan akses air bersih masih jauh dari memadai. Belum lagi persoalan lahan transmigrasi yang baru terselesaikan sekitar 80 persen, menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah.
Salah satu proyek besar yang tengah dirancang adalah pembangunan Kampus Patriot di atas lahan seluas enam hektare di kawasan tersebut, yang diharapkan dapat menjadi pusat pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Selain itu, pemanfaatan sumber air terjun di sekitar lokasi akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga.
Menteri Iftitah juga optimis, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, masalah-masalah lama seperti lahan transmigrasi dapat tuntas 100 persen. “Potensi alam dan keindahan di sini luar biasa. Ini kesempatan besar untuk mengembangkan ekonomi kreatif berbasis keindahan alam,” ujar Iftitah.
Meski jargon “Emas Baru” sudah digaungkan, masyarakat dan pengamat masih menunggu langkah nyata yang bisa mengubah janji menjadi kenyataan. Apakah ini akan menjadi solusi jangka panjang atau hanya sekadar harapan baru di atas permasalahan lama (M.D.N)




