INFOPOLISI.NET | LOMBOK TIMUR – Harga gas LPG ukuran 3 kg di Lombok Timur, terutama di Kecamatan Jerowaru, meroket dari harga resmi Rp18.000-an menjadi Rp26.000 per tabung.
Kenaikan harga tersebut mengejutkan masyarakat, seperti yang diungkapkan Azizah, ibu rumah tangga setempat, yang merasa kaget dengan lonjakan harga dalam waktu singkat.
Padahal, pemerintah dan PT Pertamina menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kg sekitar Rp18.000 per tabung untuk menjaga kestabilan harga dan keterjangkauan bagi masyarakat.
Namun kenyataannya di lapangan, harga tersebut jauh melampaui batas wajar. Kenaikan ini sering terjadi berbarengan dengan musim panen tembakau, yang menjadi peluang para penyalur menaikkan harga secara tidak resmi.
Situasi ini memunculkan kritik tajam terhadap Dinas Perdagangan Lombok Timur yang dianggap gagal menjalankan fungsi pengawasan dan pengendalian distribusi LPG khusunya untuk yang subsidi.
Pengawasan yang lemah membuat oknum pengecer dan agen bisa menjual gas dengan harga tinggi tanpa sanksi yang tegas. “ini adalah bukti bahwa Pemda dalam hal ini sangat lemah dalam melakukan pengawasan terhadap pendistribusian LPG ini,” ujar Irwan Ketua DPC Ganas Jerowaru, pada Selasa, 16 September 2025.
Akibatnya lanjut Irwan, masyarakat bawah yang sebagian besar bergantung pada LPG 3 kg mengalami beban ekonomi kian berat, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang tak stabil.
”Tentu kenaikan harga yang tidak wajar ini menambah penderitaan masyarakat yang ada di bawah yang hanya bisa mengandalkan LPG 3 kg untuk kebutuhan sehari-hari mereka,” lanjutnya.
Masyarakat berharap Dinas Perdagangan segera bertindak nyata dengan melakukan razia dan penertiban distribusi LPG supaya harga kembali ke HET dan pasokan gas subsidi aman.
”Ini tidak bisa di biarkan berlarut-larut, Disdag sebagai leading sektor masalah ini harus melakukan langkah cepat dan tepat guna sebagai bukti keberpihakannya terhadap masyarakat bawah,” tegas Irwan.
Perlakuan tegas juga penting terhadap pengecer nakal yang menyalahgunakan sistem distribusi LPG. Jika tidak, ketidakadilan ekonomi ini akan terus berlanjut, memperburuk kesulitan hidup warga.
”Jika ini terus dibiarkan, maka para pengecer nakal akan terus mencari keuntungan di atas penderitaan orang lain, hanya berfikir untuk keuntungan dirinya semata,” Tutupnya.
Ditempat terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Lombok Timur Mahsin mengatakan bahwa isu kelangkaan dan melambungnya harga Gas LPG 3 kg di Lombok Timur tidak benar.
”Tidak ada kelangkaan gas LPG 3 kg, Kita di Lotim stok sangat ready di SPPBE – Agen- Pangkalan – Pengecer yg ada, sampai di kios- Kios- kios pedagang masih tersedia,” kata Mahsin pada Rabu, 17 September 2025.
Lanjut Mahsin, Kalau saja secara kebetulan di tempat tertentu ada masyarakat yang tidak mendapatkan gas, maka tidak bisa di katakan sedang langka, “kalau kebetulan masyarakat cari gas dan tidak mendapatkan gas, bukan berarti itu langka,” lanjutnya.
Ia mengatakan, pihaknya bersama tim pemantau dan pengawasan rutin melakukan pengawasan ke bawah guna memastikan stok gas LPG 3 kg itu kios pengecer.
”Kami Tim Pemantau dan Pengawasan Bapokting di Disdag Lotim sudah komunikasi Langsung dan cek lapangan, yang mana rata- rata pendistribusian LPG 3 kg sedang on the way ke tempat- tempat biasanya yaitu pengantaran ke D1, D2, pengecer, kios- kios penyedia,” tutupnya. (Z)




