INFOPOLISI.NET | GARUT – Kementerian Agama Republik Indonesia menegaskan bahwa tidak ada tindakan persekusi terkait penggunaan sebuah bangunan di Desa Purbayani, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut. Bangunan yang sempat ramai diberitakan sebagai rumah doa tersebut ternyata hanyalah villa milik Gereja Beth-El Tabernakel Pangalengan, Kabupaten Bandung. Garut, 14 Agustus 2025
Plt Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Barat, Moh. Ali Abdul Latief, menjelaskan pihaknya langsung mengambil langkah cepat setelah menerima laporan mengenai dugaan aktivitas ibadah di bangunan tersebut.

“Dari hasil koordinasi dengan pendeta, pemilik rumah, dan Forkopimcam, disimpulkan bahwa bangunan itu bukan rumah ibadah permanen, melainkan villa yang sesekali digunakan untuk berkumpul dan berdoa bersama oleh umat Kristiani dari luar Caringin yang sedang berwisata,” ujar Ali.
FORKOPIMCAM LAKUKAN TINDAKAN PREVENTIF
Untuk menjaga kondusivitas, pihak kepolisian dan pemerintah kecamatan sempat mengarahkan penghuni villa tinggal sementara di penginapan lain.
Kapolsek Caringin, Ipda Indra Koncara, mengatakan langkah tersebut dilakukan demi keamanan serta menjaga ketertiban masyarakat.
“Pada 2 Agustus lalu, kami mengajak penghuni untuk sementara tinggal di penginapan lain. Ini murni upaya preventif,” jelasnya.
Camat Caringin, Ujang Kuswara, menepis kabar bahwa ada warga yang berpindah keyakinan. “Berdasarkan data kami, tidak ada warga yang pindah agama. Bantuan yang diberikan pihak gereja hanyalah sembako. Tidak ada pergeseran keyakinan,” tegasnya.
TOKOH AGAMA: SITUASI KONDUSIF, TIDAK ADA PERSEKUSI
Kepala Desa Purbayani, Wawan, maupun tokoh MUI Caringin, Ahmad Nurjaman, sama-sama menegaskan bahwa isu yang beredar di media sosial tidak sesuai fakta lapangan.
“Masyarakat hanya tahu bangunan itu villa milik pendeta yang kadang digunakan saat berkunjung. Situasi aman dan terkendali. Tidak ada persekusi,” kata Ahmad.
KEMENAG: KEDEPANKAN DIALOG DAN KERUKUNAN
Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar, menyampaikan bahwa semua pihak sudah sepakat mengedepankan dialog.
“Alhamdulillah kondisi aman. Ini hanyalah villa yang sesekali digunakan untuk doa bersama oleh tamu dari luar daerah, bukan rumah ibadah permanen. Tidak ada persekusi,” ujarnya.
Kementerian Agama memastikan akan terus memfasilitasi komunikasi lintas pihak guna menjaga kerukunan umat beragama di Garut dan sekitarnya.(IS)









