INFOOLISI.NET | BEKASI — Viral di media sosial terkait dugaan adanya pegawai Puskesmas Cipayung yang disebut membentak pasien menuai beragam tanggapan dari masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Ketua LSM Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah (JPKP) Kabupaten Bekasi, Deden Guntara meminta agar informasi yang beredar disertai bukti video yang jelas dan utuh.
Menurut Deden, kritik terhadap pelayanan publik memang sah untuk disampaikan dan boleh menjadi viral apabila benar terjadi. Namun dirinya menilai masyarakat juga harus bijak agar tidak langsung menyimpulkan tanpa adanya bukti yang lengkap.
“Kalau memang ada dugaan pegawai puskesmas membentak pasien, silakan disampaikan dan itu boleh viral. Tapi harus disertai bukti video secara utuh agar masyarakat bisa melihat kejadian sebenarnya secara objektif,” ujar Deden Guntara.
Ia menegaskan, jangan sampai potongan informasi atau narasi yang belum jelas justru menimbulkan fitnah dan merugikan pihak tertentu.
Deden juga berharap pihak terkait dapat memberikan klarifikasi agar persoalan tidak berkembang menjadi opini liar di tengah masyarakat.
“Pelayanan kesehatan harus humanis, tetapi masyarakat juga harus adil dalam menyampaikan informasi. Jangan sampai ada pihak yang dirugikan tanpa dasar bukti yang kuat,” tambahnya. (DG)



