
INFOPOLISI.NET | KENDARI
Tragis, seorang bocah perempuan berinisial NS (8) tahun penjual alat pembersih tisu tewas kecelakan usai terlindas kendaraan alat berat jenis (Wheel Loader) di perempatan lampu merah PLN, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Wawa, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Kamis (6/2/2026) seketika keluarga korban histeris.
Insiden ini memicu keprihatinan luas, setelah video orang tua korban viral di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, ibu korban terlihat menangis histeris saat memeluk jenazah anaknya di rumah sakit. Ia mengungkapkan bahwa putrinya turun ke jalan untuk berjualan tisu demi memenuhi kebutuhan buat makan keluarga hari itu.
“Saya suruh pergi (jual tisu) karena mau makan tidak ada nasi,” ujar sang ibu dalam video yang beredar, menyoroti desakan ekonomi yang melatarbelakangi keberadaan korban di lokasi kejadian.
Berdasarkan keterangan informasi yang dihimpun, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Kendari, kecelakaan bermula saat alat berat yang dikemudikan oleh operator berinisial A bergerak dari arah Wuawua menuju Mandonga. Saat berhenti di lampu merah, korban diduga berada di area blind spot (titik buta) kendaraan besar tersebut ketika sedang menawarkan dagangannya kepada pengendara lain.
Ketika lampu lalu lintas berubah hijau dan kendaraan bergerak, korban tersenggol dan terlindas ban belakang sebelah kiri alat berat tersebut. Pihak kepolisian mengonfirmasi korban meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka berat yang diderita.
“Pengemudi alat berat beserta kendaraan loader sudah kami amankan di Mapolresta Kendari untuk pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui unsur kelalaian,” ungkap pihak kepolisian setempat.

Jenazah NS, telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Peristiwa ini kembali memantik diskusi publik atau warganet dari berbagai elemen, terkait maraknya pekerja anak di jalanan Kota Kendari serta urgensi penanganan masalah sosial dan ekonomi oleh pemerintah terutama daerah setempat.
Atas peristiwa tersebut publik berharap, semoga para pedagang makanan nasi bergizi garansi (NBG) bagi seluruh anak bangsa diampuni dari segala dosa.
(Red/Rik)



