INFOPOLISI.NET | BOGOR – Kawasan Sentul City berubah menjadi lautan manusia pada Minggu pagi (10/5). Ribuan pelari dari berbagai penjuru berkumpul di Taman Budaya untuk mengikuti gelaran Bogorun 2026, sebuah ajang sport tourism bergengsi yang dihadiri langsung oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto.
Acara yang menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 ini diikuti oleh sedikitnya 4.100 peserta. Tak hanya pelari lokal, tercatat ada 33 pelari mancanegara dari 12 negara yang turut menjajal rute perbukitan Sentul yang asri dalam tiga kategori: 5K (Kuta), 10K (Udaya), dan 21K (Wangsa).
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, yang hadir mengenakan pakaian olahraga lengkap, tampak bersemangat menyapa warga. Setelah melakukan prosesi flag-off (pelepasan peserta), ia turut lari bersama masyarakat, menciptakan suasana akrab tanpa sekat antara pemimpin dan warga Bumi Tegar Beriman.
“Bogorun bukan sekadar ajang olahraga atau hobi lari semata. Ini adalah simbol kebangkitan ekonomi dan pariwisata kita. Kita ingin menunjukkan bahwa Kabupaten Bogor adalah destinasi sport tourism unggulan yang mampu menarik wisatawan dunia,” ujar Rudy Susmanto dalam keterangannya di sela-sela kegiatan.
Konsep Ramah Lingkungan dan BudayaAda yang unik dalam gelaran tahun ini. Mengusung tema Eco Movement, panitia memastikan kebersihan rute tetap terjaga. Menariknya, medali yang diterima para finisher merupakan hasil daur ulang sampah yang dikumpulkan selama kegiatan berlangsung.
Selain lari, para peserta juga dimanjakan dengan festival rakyat yang menyajikan pesta durian gratis dan bazar kuliner UMKM lokal. Penampilan seni budaya khas Bogor turut menambah kemeriahan di area finish, memberikan pengalaman wisata lengkap bagi para peserta.Target Menuju Internasional Rudy Susmanto menegaskan komitmennya untuk membawa Bogorun ke level yang lebih tinggi. Ia menargetkan pada tahun 2027 mendatang, rute lari di Bogor dapat meraih sertifikasi internasional dari World Athletics.
“Ke depan, kita ingin acara ini semakin besar. Dampaknya harus dirasakan langsung oleh pelaku perhotelan, UMKM, dan masyarakat luas. Bogor harus menjadi rumah bagi para atlet dan pencinta olahraga,” tutupnya.
Kegiatan berakhir dengan aman dan kondusif sekitar pukul 10.00 WIB, menyisakan kesan mendalam bagi para pelari yang menikmati udara segar dan keindahan alam Bogor di pagi hari. (Felix Esfandiary)




