Info Polisi

  • Home
  • Kabar POLRI
  • Info Kamtibmas
  • Pemerintahan
  • Info Kriminalitas
  • Peristiwa
  • Kabar Parlemen
  • Kabar TNI
  • Info Wisata
  • Sosial Budaya
  • Berita Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Info Sport
  • Polhukam
  • Home
  • Kabar POLRI
  • Info Kamtibmas
  • Pemerintahan
  • Info Kriminalitas
  • Peristiwa
  • Kabar Parlemen
  • Kabar TNI
  • Info Wisata
  • Sosial Budaya
  • Berita Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Info Sport
  • Polhukam

Lahan Tidak Layak Kok Dibangun? Saksi Saling Lempar Tanggung Jawab, Siap-siap Muncul Tersangka Baru

inpol by inpol
Desember 10, 2025
in Pidana
0
Lahan Tidak Layak Kok Dibangun? Saksi Saling Lempar Tanggung Jawab, Siap-siap Muncul Tersangka Baru

INFOPOLISI.NET | BANDUNG — Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMKN 1 Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, kembali menyita perhatian masyarakat. Bertepatan dengan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia, majelis hakim kembali mendengarkan kesaksian sembilan saksi, mulai dari konsultan perencana, konsultan pengawas, bagian pengadaan Disdik Jabar, hingga pihak kontraktor.

Kasus ini menimbulkan sorotan luas karena pembangunan sekolah senilai lebih dari Rp 2,7 miliar tersebut — yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat — berakhir menjadi bangunan tidak layak pakai.

Dugaan Penyimpangan Mulai Terlihat: Perencanaan Tak Diikuti, Pelaksanaan Menyimpang

Dalam persidangan, saksi dari pihak konsultan perencana PT Uta Engineering Consultant mengungkapkan bahwa desain awal telah sesuai standar. Namun, pelaksanaan di lapangan disebut jauh berbeda dari perencanaan.

“Anggaran awal sekitar Rp 3,7 miliar, lalu dilelang menjadi Rp 2,6 miliar. Dengan kondisi lahan yang butuh perbaikan ‘cut and fill’, kebutuhan logisnya sekitar 10 miliar,” ujar saksi ketika ditanya hakim.

Proses cut and fill — pengerjaan tanah untuk meratakan kontur — menjadi isu utama karena lahan hibah disebut memiliki elevasi ekstrem dan dikelilingi jurang. Tanpa kajian geoteknik, hidrologi, maupun lingkungan, bangunan akhirnya dinyatakan tidak memenuhi aspek kelayakan struktur.

Saksi Lempar Tanggung Jawab “Proyek Ini Seperti Dipaksakan”

Ketua Umum LSM Penjara PN, Koko, yang hadir mengikuti persidangan, menilai adanya indikasi lemahnya koordinasi antarpihak terkait.

“Semua saling lempar tanggung jawab. Keterangan saksi tidak sinkron. Ada dugaan kuat bahwa perencanaan dan pengawasan tidak dilakukan serius,” ujarnya.

Publik juga mempertanyakan absennya komunikasi antara KPA, PPK, konsultan, dan kontraktor. Bahkan beberapa saksi mengaku tidak membaca detail dokumen sebelum menandatangani berita acara.

Majelis hakim menegur keras salah satu saksi dari bagian pengadaan Disdik Jabar karena menandatangani dokumen tanpa memahami isinya.

Jaksa: Negara Rugi Rp 2,7 Miliar, Bangunan Tidak Dapat Difungsikan

Jaksa Penuntut Umum Herris Priyadi, SH., MH., menjelaskan bahwa sejumlah pihak menerima pembayaran meski pekerjaan tidak sesuai spesifikasi.

Dalam dakwaannya, JPU menyebutkan kerugian negara mencapai Rp 2.771.391.000 berdasarkan audit BPKP Jawa Barat. Nilai tersebut ditetapkan karena seluruh bangunan tidak dapat difungsikan.

JPU mendakwa para terdakwa menggunakan Pasal 3 jo. Pasal 15 UU Tipikor, yang menjerat setiap orang yang menyalahgunakan kewenangan hingga merugikan keuangan negara.

Lahan Hibah Disebut Tidak Layak, Siswa Sudah Diterima Sebelum Bangunan Ada

Sisi lain yang menjadi sorotan publik adalah proses hibah lahan seluas 1 hektare dari keluarga mantan pejabat H. Elih Sudiapermana. Lahan disebut berisiko tinggi karena berada di area curam dan kontur tidak ideal.

Lebih jauh lagi, masyarakat mempertanyakan pembukaan penerimaan siswa baru sebelum bangunan sekolah berdiri. Sebanyak 31 siswa bahkan telah dicatatkan ke Dapodik dan dititipkan ke sekolah lain.

“Fakta ini menimbulkan tanda tanya besar. Mengapa pembangunan tetap dipaksakan padahal risiko sudah terlihat sejak awal?” ujar salah satu pemerhati pendidikan di Bandung.

Peran PA, KPA, dan PPK Disorot: Ada Dugaan Kelalaian Kolektif

Kasus ini membuka diskusi publik mengenai fungsi PA (Pengguna Anggaran), KPA (Kuasa Pengguna Anggaran), dan PPK (Pejabat Pembuat Komitmen). Ketiganya memiliki fungsi vital dalam memastikan proses pengadaan berjalan sesuai aturan.

Namun dalam kasus USB SMKN 1 Cijeungjing, JPU menilai fungsi-fungsi ini tidak berjalan. PPK disebut tidak melakukan pemeriksaan memadai, sementara KPA dinilai kurang melakukan pengawasan progres proyek.

Majelis hakim juga meminta agar saksi KPA, pemberi hibah lahan, hingga pejabat lain yang terkait dipanggil kembali untuk memperjelas alur perencanaan hingga pelaksanaan.

Majelis Hakim Soroti Pelaksanaan, “Lahan Tidak Layak Kok Dibangun?”

Pertanyaan paling tajam justru datang dari majelis hakim. Saat memeriksa saksi, hakim berkali-kali mempertanyakan alasan pemilihan lokasi yang dinilai tidak memenuhi standar keamanan.

Hakim bahkan menegur saksi yang tampak gugup dan tidak mampu menjelaskan prosedur pengadaan secara benar.

Situasi persidangan ini menimbulkan diskusi di masyarakat mengenai apakah ada pihak yang lebih berwenang yang perlu ikut dimintai keterangan.

Tuntutan Publik: Transparansi dan Penegakan Hukum yang Menyeluruh

LSM Penjara PN mendesak agar pejabat yang terlibat sejak tahap usulan, perencanaan, hingga penerimaan hibah turut dimintai keterangan. Menurut mereka, kasus tidak hanya berhenti pada kontraktor dan konsultan.

“Untuk transparansi, semua pejabat yang terkait pengambilan keputusan harus dihadirkan. Ini bukan soal satu dua orang, tapi sistem yang diduga bermasalah,” ujar Koko.

Persidangan Berlanjut, Menunggu Sikap Tegas Aparat Hukum

Hingga kini baru 16 dari 27 saksi yang didengar keterangannya. Persidangan dijadwalkan berlanjut pekan depan dengan agenda mendengar saksi tambahan.

Masyarakat berharap sidang USB SMKN 1 Cijeungjing tidak berhenti sebagai kasus teknis pembangunan, tetapi dapat membuka terang seluruh proses dari awal usulan hingga proyek gagal berfungsi.

Kasus ini terus menjadi sorotan karena menyangkut masa depan pendidikan, penggunaan uang negara, dan integritas pejabat publik.

Sidang akan dilanjutkan kembali minggu depan sesuai agenda persidangan

(Mustopa)

Previous Post

Penyerahan HAKI XTC INDONESIA Jadi Tanda Kedewasaan Organisasi, Tanpa Klaim dan Tanpa Konflik

Next Post

Hakordia 2025 Polda Gorontalo Ungkap Beberapa Kasus Korupsi, Membuat Efek Jera Para Pejabat yang Coba Mainkan Anggaran

Next Post
Hakordia 2025 Polda Gorontalo Ungkap Beberapa Kasus Korupsi, Membuat Efek Jera Para Pejabat yang Coba Mainkan Anggaran

Hakordia 2025 Polda Gorontalo Ungkap Beberapa Kasus Korupsi, Membuat Efek Jera Para Pejabat yang Coba Mainkan Anggaran

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kecamatan Babakan Ciparay

Oman Rohman Dilantik Sebagai Ketua RW 07 Sukahaji, Lurah Tekankan Peran Strategis RW Hadapi Tantangan Sosial

Kepala KUA Kecamatan Andir Kota Bandung

Ketua Umum SPAI

Police Goes to School, Kapolsek Tambun Selatan Ajak Pelajar Menjadi Generasi Sadar Hukum

Panen Raya Serentak Kemenimipas, Lapas Ambil Peran dalam Ketahanan Pangan Nasional

Nasionalisme dan Spirit ‘Sauyunan Jaga Lembur’ Irjen Rudi Setiawan

Cek Jalur Mudik Lebaran 2026, Dirlantas Polda Jabar Tinjau Rest Area Tol Cipali di Indramayu

Kolaborasi Polda Jabar dan Kanwil Kemenag Jabar Siapkan Masjid sebagai Rest Area dan Pos Pelayanan Mudik Operasi Ketupat Lodaya 2026

Tekad Tak Pudar Meski Gagal Seleksi TNI, Apris Lakapau Siap Bangkit di 2026

  TRENDING
Police Goes to School, Kapolsek Tambun Selatan Ajak Pelajar Menjadi Generasi Sadar Hukum Januari 15, 2026
Panen Raya Serentak Kemenimipas, Lapas Ambil Peran dalam Ketahanan Pangan Nasional Januari 15, 2026
Nasionalisme dan Spirit ‘Sauyunan Jaga Lembur’ Irjen Rudi Setiawan Januari 14, 2026
Cek Jalur Mudik Lebaran 2026, Dirlantas Polda Jabar Tinjau Rest Area Tol Cipali di Indramayu Januari 14, 2026
Kolaborasi Polda Jabar dan Kanwil Kemenag Jabar Siapkan Masjid sebagai Rest Area dan Pos Pelayanan Mudik Operasi Ketupat Lodaya 2026 Januari 14, 2026
Next
Prev

Ikuti Kami Di :

Menu
  • Home
  • Redaksi
  • Utama
  • Sorotan
  • Populer
Copyright © 2022 Info Polisi | Alright Reserved
No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.