info polisi

Juni 22, 2024 5:51 am

Tag: pemukulan

Polisi Ciduk Satu Tersangka Pengeroyok Wartawan Hingga Tewas, Pelaku Lainnya Masih Diburu

Polisi Ciduk Satu Tersangka Pengeroyok Wartawan Hingga Tewas, Pelaku Lainnya Masih Diburu

INFOPOLISI.NET | BEKASI Satu pelaku kasus pengeroyokan wartawan Papua Pos hingga meninggal di Jakarta Timur mulai tertangkap. Kini pihak kepolisian berhasil menangkap 1 orang pelaku terkait kasus pengeroyokan kekerasan tersebut.   Adapun pelaku pengeroyokan lainnya yang mengakibatkan korban meninggal dunia, sampai saat ini pihak kepolisian masih memburunya.   Seperti yang dikutip dari indozone.id – Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol E Zulpan dalam keterangan tertulisnya mengatakan, Selasa (26/7/2022).     “Jajaran Sat Reskrim telah melakukan penangkapan pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” kata Zulpan.   Tersangka yang berhasil ditangkap atas nama Rafli (24) alias Ogef. Dia ditangkap dini hari tadi, Selasa (26/7/2022) oleh pihak kepolisian di kawasan Jati Asih, Bekasi   Selain Rafli, Zulpan menyebut masih ada 1 tersangka lain yang diburu polisi terkait kasus pengeroyokan ini. Satu tersangka tersebut merupakan ayah Rafli bernama Ade Erwin.     “Untuk tersangka lainnya atas nama Ade Erwin masih dilakukan pencarian,” beber Zulpan.   Diberitakan sebelumnya, polisi tengah melakukan penyelidikan kasus pengeroyokan wartawan di Kramat Jati, Jakarta Timur. Akibat peristiwa ini korban Firdaus meninggal dunia. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan pengeroyokan tersebut terjadi pada hari Selasa (19/7/2022) sekitar pukul 05.00 WIB.   (Red)

Polres Sukabumi Berhasil Menangkap 2 Pelaku Pengeroyok Jurnalis

Polres Sukabumi Berhasil Menangkap 2 Pelaku Pengeroyok Jurnalis pelaku pengeroyok jurnalis

INFOPOLISI.NET | SUKABUMI Jajaran Kepolisian Polres Sukabumi berhasil menangkap 2 pelaku pengeroyokan jurnalis saat melakukan kegiatan peliputan pada beberapa waktu yang lalu di RSUD Pelabuanratu, Kabupaten Sukabumi.   Ketika itu, diketahui belasan orang tidak kenal (OTK) diduga menganiaya wartawan media online jurnalsukabumi.com Ilham Nugraha (26 tahun) saat bertugas meliput tiga korban jatuh dari Jembatan Bagbagan ke Sungai Cimandiri di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Senin (13/06/2022).   Pada saat kejadian ia dipukuli belasan orang yang berada di sekitaran RSUD Palabuhanratu. Akibat kejadian tersebut, Ilham mengalami luka pada kepala dan memar di bagian punggung.     Hingga kini Unit Reskrim Polres Sukabumi masih melalukan pengembangan terkait kasus tersebut dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru.   “Terkait pemukulan terhadap saudara Ilham Nugraha, Kami Polres Sukabumi sejauh ini berhasil mengamankan 2 pelaku pengeroyok jurnalis berinisial  D dan B,” ujar Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah, Jum’at (17/06/2022) saat menggelar press realese.   Dedy mengatakan, jika motif pelaku melakukan pemukulan terhadap jurnalis yakni karena mereka tidak terima keluarganya diliput pasca kecelakaan tunggal yang terjadi di jembatan Bagbagan.   “Menurut pengakuan pelaku, mereka tidak terima ketika Ilham Nugraha mengambil gambar keluarganya yang mengalami kecelakaan,” jelasnya.   Lalu Dedy pun menjelaskan bahwa Kedua pelaku ini ditangkap dirumahnya, untuk pelaku berinisial D ini perannya yakni mendorong dan memukul korban dengan tangan kosong sedangkan B memukul korban dibagian punggung.   “Para pelaku akan dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan hukuman paling lama 5 Tahun penjara,” pungkasnya.   (H. Muhammad Husaeni)

Ade Armando Mengalami Pendarahan di Otak Belakang Usai Dikeroyok Massa

Ade Armando Mengalami Pendarahan di Otak Belakang Usai Dikeroyok Massa

INFO POLISI.NET | JAKARTA Ketua Pergerakan Indonesia untuk Semua (PIS) Ade Armando mengalami pendarahan di otak belakang usai babak belur dipukuli sejumlah orang di kawasan gedung DPR, Senin (11/4). Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PIS, Nong Darol Mahmada saat ditemui di Rumah Sakit Siloam Semanggi. “Hasil CT Scan tadi malam itu menunjukkan bang Ade pendarahan di otak belakangnya. Jadi itu memanjang, mungkin pukulannya terlalu keras dan berkali-kali, bertubi-tubi,” ujar Nong di RS Siloam Semanggi seperti dilansir cnnindonesia.com, Selasa (12/4). Meski demikian, Nong menyampaikan kondisi Ade saat ini sudah mulai membaik. Ade direncanakan bakal menjalani sejumlah pemeriksaan lanjutan pagi ini. “Intinya itu harus dipantau terus, dirontgen pagi ini kepalanya untuk memastikan itu. Terus hidungnya juga hari ini juga diperiksa oleh dokter THT karena tiba-tiba bang Ade mengeluh soal kesakitan hidung itu,” tutur Nong. Ia juga menyebutkan Ade saat ini sedang menjalani perawatan secara konvensional. Namun, bila nanti kondisi sang dosen menurun, Ade kemungkinan bakal dioperasi. “Kalau konvensional itu sekarang yang sedang dilakukan. Jadi dipantau terus, kemudian dikasih obat. Tapi kalau misal tiba-tiba drop kesadaran, terpaksa harus dioperasi,” imbuhnya. Sebelumnya, Ade Armando dipukuli sekelompok orang di kawasan gedung DPR saat mahasiswa menggelar aksi menolak penundaan pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden, Senin lalu. Ade menjadi bulan-bulanan massa usai sempat cekcok dengan beberapa orang. Dia dihajar hingga babak belur dan tak berdaya. Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengungkapkan kondisi Ade memprihatinkan usai insiden tersebut. Ade mengalami luka di kepala dan harus menjalani perawatan serius. “Kondisi Ade Armando cukup memprihatinkan, beliau terluka di kepala,” ucap Fadil dalam konferensi pers, Senin (11/4). (Red)

Anarko Kembali Berulah, Jadi Penyusup Saat Demo di Sejumlah Tempat

Anarko Kembali Berulah, Jadi Penyusup Saat Demo di Sejumlah Tempat

INFO POLISI.NET | JAKARTA Massa berideologi anarko jadi penyusup dan perusuh saat demo mahasiswa di sejumlah tempat di Indonesia pada Senin (11/4/2022). Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, hal itu diketahui berdasarkan sejumlah video yang diterimanya dari tiap polisi di daerah. “Kelompok Anarko masuk ke situ dari identitas bajunya, kemudian kekhasannya dia, ini yang masih didalami rekan-rekan PMJ (Polda Metro Jaya) dan juga beberapa wilayah,” kata Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri seperti dilansir tribunjabar.id, Senin (11/4/2022). Hal sama juga terjadi di Jakarta. Meski begitu, pihaknya masih terus mendalami temuan sementara itu. Anarko dari arti populer, diidentitkan dengan ideologi yang menihilkan peran negara.  Pasalnya, sejak manusia lahir sudah dalam keadaan bebas merdeka namun pada akhirnya jadi ada hierarki, salah satunya lewat peran negara. Karenanya, negara dipandang sesuatu yang tidak diinginkan, tidak penting, dan malah merugikan. “Kalau saya melihat dari beberapa kutipan-kutipan video yang dikirim dari wilayah yang saat ini juga masih didalami oleh Polda Metro Jaya,” kata Dedi. Ia menyebut, massa berideologi anarko itu diketahui dari kekhasannya seperti pakaian hingga bahasa propaganda yang muncul. Mereka mulai populer sejak aksi massa terkait revisi KUHP, revisi UU KPK hingga RUU Cipta Kerja. Selain itu, kata dia, sejak awal pihaknya sudah meyakini bahwa demo mahasiswa pada 11 April itu ada pihak yang menunggangi. “Jangan sampai terulang lagi kejadian seperti itu. Disusupi orang tak bertangung jawab akhirnya terjadi kontak fisik dan perusakan, ini betul-betul sangat kami sesali,” ucapnya. Demo mahasiswa yang digelar di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, pada Senin (11/4/2021) siang berujung ricuh. Pendemo yang mengamuk kemudian dipukul mundur oleh polisi menggunakan tembakan gas air mata. Massa aksi pun terurai dan berpencar ke arah Timur dan Barat di Jalan Gatot Subroto, di depan Gedung DPR/MPR. Suara letupan terdengar beberapa kali, diiringi asap yang memenuhi jalanan. Hingga kini, anggota Brimob bersenjata lengkap masih berupaya mengurai massa. Adapun aksi ricuh juga terjadi di berbagai wilayah selain Jakarta, di antaranya Kota Makassar, Sulawesi Selatan; Kota Padang, Sumatera Barat; hingga Kendari, Sulawesi Tenggara. (Red)

Dosen UI Ade Armando Babak Belur Dikeroyok Para Pendemo, Sempat Ditelanjangi Massa

Dosen UI Ade Armando Babak Belur Dikeroyok Para Pendemo, Sempat Ditelanjangi Massa

INFO POLISI.NET | JAKARTA Pegiat media sosial, Ade Armando menjadi korban pengeroyokan saat hadir di tengah demonstrasi dari berbagai kalangan di depan gedung DPR RI, Senin (11/4/2022). Berdasarkan Pantauan Suara.com, Ade Armando tiba-tiba menjadi bulan-bulanan sekelompok orang yang berada di lokasi aksi unjuk rasa mahasiswa. Akibat aksi kekerasan itu, tampak Ade Armando babak belur. Diduga keributan itu terjadi ketika Ade Armando didatangi sekelompok orang. Tampak, terjadi dorong-mendorong ketika Ade Armando berada di tengah-tengah demonstrasi. Ade Armando sebelumnya mengaku hadir untuk mendukung aksi yang akan dilakukan rekan-rekan mahasiswa di gedung DPR RI. Berdasarkan pantauan Suara.com tampak datang dengan menggunakan kaus berwarna hitam. Ia mengaku akan mendukung aksi mahasiswa jika yang dituntut penolakan perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi 3 periode. “Saya tidak ikut demo. Tetapi saya mantau dan saya ingin menyatakan mendukung,” ujar Ade ditemui di lokasi seperti dilansir suara.com. Ade mengaku mendukung penuh jika para mahasiswa menolak dilakukannya amandemen UUD 1945 untuk mengakomodir perubahan masa jabatan presiden. “Kalau isu yang kan sekarang jadi kacau ya isunya, ada isu turunkan Jokowi, walupun kemudian dibantah ya oleh BEM SI tapi kalau isunya meminta agar dibatalkan amendemen saya rasa mayoritas bangsa setuju ya, dan saya menyatakan persetujuan juga terhadap itu,” ungkapnya. Sementara di sisi lain ia menyayankan rekan-rekan BEM atau mahasiswa kekinian terlihat terpecah. “Sayangnya BEM SI yang terpecah dan yang sekarang melakukan demo ini malah BEM SI yang lebih kecil,” imbuhnya. (Red)

Ade Armando Jadi Trending Topic, Video Pemukulan Tersebar Luas

Ade Armando Jadi Trending Topic, Video Pemukulan Tersebar Luas ade armando

INFO POLISI – Pegiat sekaligus dosen Universitas Indonesia, Ade Armando menjadi sasaran penganiayaan masa pada demo mahasiswa 11 April 2022. Nama Ade Armando menjadi trending topic di Twitter lantaran video penganiayaan tersebar luas di media sosial. Ade Armando diduga dianiaya oleh sekumpulan masa yang bukan dari kelompok mahasiswa. Video Ade Armando tersebut bukan hanya dianiaya, akan tetapi ada video Ade Armando hampir ditelanjangi. Dalam video tersebut Ade Armando menggunakan kaos hitam bertuliskan ‘Pergerakan Indonesia untuk Semua’. Beberapa netizen pun mengomentari aksi masa yang tak terkendali saat menganiaya Ade Armando. “Sangat sedih melihat penganiayaan terhadap Bang Ade Armando. Anda setuju atau tidak terhadap sikap politiknya, tidak ada pembenaran untuk kekerasan,” cuit Pangeran. “Ade Armando datang untuk memberikan dukungan mahasiswa tolak Jokowi 3 periode. Gua juga dr awal menolak. Tapi karena kesusupan kadrun, akhirnya di provokasi,” ucap Denny Siregar. Selain itu, beberapa netizen menangkap aksi oknum yang memprovokasi terjadinya kekerasan kepada Ade Armando. “Ini komuk yg provokasi pertama mukul Ade Armando,” cuit Rakyat Recehan. Dalam video tersebut Ade Armando terlihat babak belur disekujur tubuh. Wajah Ade Armando pun terlihat memar dan bengkak setelah dipukuli. Tak hanya itu Ade Armando terlihat digiring polisi tidak mengenakan celana lantaran ditarik oleh masa yang mengamuk.(*)

Solverwp- WordPress Theme and Plugin